Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Komisi III terus mendorong percepatan penyelesaian permasalahan banjir yang terjadi di Kecamatan Loa Janan. Salah satu upaya yang tengah dikaji adalah normalisasi sungai sebagai langkah teknis mengurangi risiko banjir yang sempat melanda wilayah tersebut pada Mei lalu.
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Hairendra, menjelaskan bahwa hingga saat ini normalisasi masih dalam tahap kajian. Pemerintah bersama tim teknis sedang mengidentifikasi titik-titik utama penyebab banjir.
“Kita masih dalam proses perencanaan dan kajian awal. Identifikasi titik banjir harus dilakukan secara akurat agar solusi yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Hairendra mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang turut dikaji adalah keberadaan bendungan milik perusahaan di wilayah sekitar. Ada dugaan bahwa infrastruktur tersebut berkontribusi terhadap peningkatan debit air saat hujan deras melanda.
“Tadi juga disampaikan bahwa perusahaan memiliki bendungan. Ini harus dicek apakah memang berdampak pada debit air yang berlebihan,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi respons dari pihak perusahaan yang telah menyatakan kesiapannya membantu, baik dalam pemeliharaan maupun perbaikan bendungan jika ditemukan masalah.
“Pihak perusahaan sudah menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif, termasuk dalam perbaikan bendungan bila diperlukan,” ucap Hairendra.
DPRD Kukar, lanjutnya, telah mendorong semua pihak terkait agar kajian dan tindak lanjut penanganan banjir ini tidak berlarut-larut. Jadwal kerja dan target waktu juga telah disusun untuk memastikan koordinasi berjalan efektif.
“Kami di DPRD sangat mendorong agar proses ini berjalan cepat. Sudah ada jadwal kerja dan timeline untuk masing-masing instansi yang terlibat,” tegasnya. (Hf/Adv)

