Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan banjir dan pencemaran limbah yang berdampak pada lahan dan permukiman warga RT 21 Dusun Surya Bakti, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Rapat yang berlangsung pada Selasa (10/6/2025) ini merupakan pertemuan ketiga setelah dilakukan kunjungan lapangan sebelumnya.
Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Farida, rapat turut dihadiri oleh anggota Komisi III lainnya seperti Johansyah, Heirendra, dan Herry Asdar. Komisi I DPRD Kukar juga ikut terlibat dalam pertemuan ini melalui kehadiran Sugeng Hariyadi, Desman Minang Endianto, Safruddin, dan Erwin.
Selain unsur legislatif, RDP tersebut juga menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Kapolsek Loa Janan, perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), BPBD Kukar, serta perwakilan dari tiga perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak, yakni PT KPB, PT BMSS, dan PT KPM. Tak ketinggalan, hadir pula Camat Loa Janan, Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid serta Kepala Dusun Surya Bakti.
Dalam forum tersebut, Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid, meminta agar pihak perusahaan mengambil peran aktif dalam penyelesaian masalah banjir dan pencemaran lingkungan yang dialami warganya.
“Kami berharap pihak perusahaan bisa bersama-sama mencari solusi terbaik bagi warga kami yang terdampak. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari RDP sebelumnya yang digelar pada (2/6/2025). Dalam pertemuan tersebut, telah disepakati beberapa opsi penanganan, salah satunya berdasarkan kajian teknis bahwa lokasi terdampak banjir dinyatakan tidak lagi layak huni.
Komisi III DPRD Kukar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ini secara adil dan berkelanjutan.
“RDP ini bukan sekadar diskusi, tapi harus berujung pada langkah konkret. Kami ingin solusi nyata yang bisa segera dirasakan oleh warga,” ujar Farida menutup rapat.
Diharapkan, melalui proses dialog yang berkelanjutan ini, tercipta kesepakatan dan tindakan nyata yang dapat mengatasi dampak banjir dan limbah di Desa Batuah secara tuntas. (Hf/Adv)

