Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menengahi permasalahan lahan antara warga Desa Jonggon dan PT Niaga Mas Gemilang. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar, Senin (7/7/2025).
Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, serta dihadiri sejumlah anggota Komisi I, yakni Safruddin, Anissa Mulia Utami, dan Mohammad Taufik Hidayat. Turut hadir pula perwakilan perusahaan dan masyarakat dari wilayah Jonggon D dan C.
Ahmad Yani mengungkapkan bahwa sengketa ini bukan persoalan baru. Menurutnya, sudah empat kali pertemuan dilakukan oleh Komisi I, namun belum membuahkan hasil yang konkret.
“Permasalahan ini sudah lama dibahas, namun hingga saat ini belum ada keputusan final apakah hubungan masyarakat dengan perusahaan itu berbentuk kemitraan atau bukan,” kata Yani usai memimpin rapat.
Sengketa tersebut berkaitan dengan lahan seluas sekitar 20 hektare, di mana 6 hektare di antaranya belum memiliki sertifikat kepemilikan. DPRD Kukar pun mencoba mencarikan jalan tengah melalui skema kerjasama pengelolaan lahan.
Yani mengusulkan skema kemitraan, di mana masyarakat mendapat bagian dari keuntungan perusahaan. “Misalnya perusahaan memberikan 10 persen dari keuntungan bersih setelah biaya operasional. Bahkan, angka itu bisa kita diskusikan lagi untuk naik menjadi 15 hingga 20 persen,” ujarnya.
Terkait teknis kemitraan, DPRD Kukar mendorong agar diadakan pertemuan lanjutan dalam dua pekan mendatang. “Kita akan bahas lebih rinci soal bentuk kerjasama yang memungkinkan agar kedua belah pihak merasa diuntungkan,” lanjutnya.
Yani berharap mediasi ini bisa membuka jalan damai bagi penyelesaian konflik yang telah berlangsung lama. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara warga dan perusahaan demi kesejahteraan bersama.
“Harapan kami, persoalan ini bisa segera tuntas dengan cara yang damai dan penuh rasa persaudaraan. DPRD siap menjadi jembatan agar warga dan perusahaan bisa membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” tutupnya. (Hf/Adv)

