Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Penanganan pasca-bencana tanah longsor di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, menjadi perhatian serius DPRD Kukar.
Plt Ketua DPRD Kukar, Junadi, menegaskan perlunya percepatan relokasi warga terdampak sebagai bagian dari mitigasi risiko lanjutan dan pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Langkah konkret mulai terlihat dengan kesiapan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar untuk menyalurkan bantuan relokasi, asalkan lokasi baru telah disediakan oleh pemerintah desa. Ini disampaikan Junadi usai meninjau langsung lokasi terdampak bersama jajaran terkait.
“Saat kami melakukan sidak, pihak Perkim menyampaikan bahwa jika Kepala Desa dapat menyiapkan lokasi relokasi bagi warga terdampak, insyaallah Perkim akan siap membantu,” ujar Junadi, pada Jumat (9/5/2025).
Meski demikian, Junadi menekankan bahwa penyebab longsor masih perlu dikaji lebih lanjut secara teknis. Dugaan adanya aktivitas tambang belum dapat dijadikan kesimpulan tanpa data valid dari pihak berwenang.
“Memang ada dugaan aktivitas tambang di sekitar area itu, tetapi sejauh ini belum ada kajian resmi yang menyatakan longsor terjadi akibat pertambangan,” tambahnya.
Hingga saat ini, DPRD Kukar memang belum menyalurkan bantuan secara langsung. Namun, Junadi menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong partisipasi sektor swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar warga bisa segera mendapatkan solusi.
“Untuk saat ini, DPRD belum memberikan bantuan. Namun, nanti kami akan dorong perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi melalui program CSR mereka,” tegasnya.
Koordinasi dengan Pemkab Kukar dan stakeholder lainnya disebut menjadi prioritas DPRD untuk memastikan program relokasi berjalan efektif. Junadi pun menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur secara menyeluruh di Kukar, bukan hanya saat terjadi bencana.
Mengenai relokasi, Junadi memastikan DPRD akan terus mengawal proses hingga warga benar-benar mendapatkan hunian yang layak dan aman.
“Kalau Kepala Desa Batuah sudah siap dengan lahannya, kita pastikan dukungan dari pemerintah daerah juga mengalir,” ujarnya.
Menurut Junadi, penanganan bencana tidak boleh berhenti di pembangunan fisik, namun harus menyentuh aspek kemanusiaan dan psikologis korban agar mereka kembali pulih dan bangkit.
“Semua ini bukan hanya soal membangun rumah baru, tetapi juga memulihkan rasa aman dan membangkitkan kembali semangat warga terdampak,” pungkasnya. (Hf/Adv)

