Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyusun strategi yang matang dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Langkah penambahan guru dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar tetap berkelanjutan.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan persoalan kekurangan tenaga pengajar memang perlu segera mendapat perhatian. Meski demikian, setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kondisi fiskal daerah sehingga tidak menimbulkan beban anggaran di masa mendatang.
“Persoalan guru memang harus menjadi perhatian, tetapi setiap kebijakan harus melihat kemampuan daerah. Jangan sampai keputusan yang diambil justru membuat beban anggaran semakin berat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Helmi, pemerintah kota memiliki data yang paling lengkap mengenai jumlah sekolah, distribusi tenaga pendidik, hingga kebutuhan guru di masing-masing satuan pendidikan. Karena itu, penyusunan kebijakan harus mengacu pada kondisi riil agar penambahan tenaga pengajar benar-benar sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan DPRD tidak berada pada ranah menentukan jumlah kebutuhan guru secara teknis. Namun, legislatif akan terus mengawal agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Pemerintah kota yang paling mengetahui kebutuhan di lapangan. Kami hanya mengingatkan agar perhitungannya benar-benar matang sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Helmi menambahkan, hingga saat ini belanja pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan. Kendati demikian, pemerintah tetap perlu berhati-hati mengingat dinamika kebijakan fiskal nasional dapat memengaruhi kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik sebaiknya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan pendidikan yang berkesinambungan.
“Yang penting bagaimana kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi, tetapi kondisi fiskal daerah juga tetap sehat. Perencanaan yang baik akan membuat program berjalan berkelanjutan,” ungkapnya.
DPRD berharap Pemkot Samarinda dapat menyusun langkah antisipatif dalam memenuhi kebutuhan guru di masa mendatang, sehingga kualitas pelayanan pendidikan tetap terjaga tanpa mengganggu keseimbangan anggaran daerah. Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah dapat dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan keuangan pemerintah. (Eby/Adv)

