Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Fenomena Pengemis dan Anak Jalanan Resahkan Warga, Samri Minta Pendekatan Terpadu
    Advertorial

    Fenomena Pengemis dan Anak Jalanan Resahkan Warga, Samri Minta Pendekatan Terpadu

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 3, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ilustrasi Pengemis dan Anak Jalanan. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Meningkatnya jumlah anak jalanan dan pengemis di sejumlah titik strategis Kota Samarinda, khususnya di kawasan lampu lalu lintas, menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Fenomena ini tak hanya menimbulkan keresahan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas dan ketertiban umum.

    Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, persoalan anak jalanan dan pengemis bukan sekadar urusan ketertiban, tetapi menyangkut dimensi sosial dan hak hidup yang layak.

    “Isunya bukan sekadar menertibkan mereka. Yang jadi tantangan justru setelah mereka ditertibkan, lalu bagaimana? Siapa yang akan bertanggung jawab atas kebutuhan dasar mereka?” ujarnya

    Samri menambahkan, DPRD telah melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sejumlah instansi terkait guna membahas strategi jangka panjang yang lebih komprehensif. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya tempat penampungan khusus serta minimnya alokasi anggaran operasional.

    “Upaya penegakan hukum tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sistem pendukung yang jelas,” ujarnya.

    Sebagai langkah awal, ia mendorong penempatan petugas Satpol PP di lokasi-lokasi rawan, seperti perempatan jalan yang kerap dijadikan titik aktivitas para pengemis dan anak jalanan. Namun, ia menekankan bahwa hal ini harus dibarengi dengan upaya lintas sektor, termasuk dinas sosial dan lembaga swadaya masyarakat.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada para pengemis atau anak jalanan. Menurutnya, hal tersebut justru memperkuat pola hidup jalanan dan memperpanjang siklus ketergantungan.

    “Kita harus menghentikan siklus ini. Memberi di jalan bukan solusi. Kita butuh pendekatan yang lebih terarah dan manusiawi, tanpa mendorong mereka terus-menerus berada di ruang publik yang tidak semestinya,” tegas Samri.

    DPRD berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan program rehabilitasi dan pemberdayaan yang lebih efektif agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara berkelanjutan. (EP/Adv)

    Dprd Kota Samarinda Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,904 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,494 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,019 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.