Halonusantara.id, Samarinda – Meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Folder Air Hitam mendorong DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyiapkan solusi atas persoalan keterbatasan ruang parkir.
Keberadaan kendaraan yang terpaksa diparkir di sisi jalan dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama ketika kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat pada sore hingga malam hari.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan penataan parkir harus menjadi perhatian serius seiring berkembangnya Folder Air Hitam sebagai salah satu ruang publik yang semakin diminati warga.
Menurutnya, Pemkot tidak selalu harus menyediakan lahan baru melalui pembebasan tanah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerintah dapat terlebih dahulu menginventarisasi aset yang telah dimiliki dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Daripada aset milik pemerintah dibiarkan kosong atau tidak digunakan secara optimal, lebih baik dikaji pemanfaatannya untuk kebutuhan parkir masyarakat,” kata Rohim, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai sejumlah aset daerah yang berada di sekitar kawasan Folder Air Hitam berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan kantong parkir. Salah satunya adalah bangunan olahraga bulu tangkis yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Namun demikian, Rohim menegaskan pemanfaatan aset tersebut tetap harus melalui kajian agar perubahan fungsi yang dilakukan tidak menimbulkan persoalan baru dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, persoalan fasilitas pendukung seharusnya menjadi bagian penting dalam perencanaan pengembangan sebuah ruang publik. Ketika suatu kawasan semakin ramai dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, kebutuhan terhadap sarana parkir juga harus diperhitungkan.
“Ketika kawasan menjadi pusat kegiatan warga, kebutuhan parkir harus ikut dihitung. Jangan sampai aktivitasnya semakin ramai, tetapi kendaraan justru memenuhi ruas jalan,” ujarnya.
Rohim menilai optimalisasi aset pemerintah dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan harus melakukan pembebasan lahan baru. Selain membutuhkan waktu, pengadaan lahan juga berpotensi menambah beban anggaran daerah.
Karena itu, Pemkot Samarinda diminta melakukan pemetaan terhadap aset-aset yang tersedia, khususnya lahan maupun bangunan yang belum digunakan secara maksimal.
“Pemkot perlu melihat kembali aset-aset yang ada. Kalau ada lahan atau bangunan yang tidak sedang digunakan, bisa dikaji apakah memungkinkan dialihkan fungsinya untuk mendukung kebutuhan parkir,” jelasnya.
Folder Air Hitam sendiri kini berkembang menjadi salah satu kawasan yang aktif dikunjungi masyarakat. Selain digunakan untuk kegiatan olahraga, kawasan tersebut juga menjadi tempat berkumpul warga serta menopang aktivitas pelaku UMKM dan usaha kuliner.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap fasilitas pendukung semakin meningkat. Rohim menilai penataan parkir menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa lagi diabaikan agar perkembangan aktivitas di kawasan tersebut tidak berdampak pada kemacetan.
Ia berharap Pemkot Samarinda dapat melakukan penataan Folder Air Hitam secara terpadu dengan memperhatikan perkembangan fungsi kawasan dan kebutuhan masyarakat.
“Folder Air Hitam sudah menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi warga. Karena itu, fasilitas pendukungnya juga harus mengikuti perkembangannya. Aset pemerintah yang belum optimal bisa menjadi salah satu solusi untuk kebutuhan parkir,” pungkasnya. (Eby/Adv)

