Halonusantara.id, Samarinda – Sejak 2010 Pemprov Kaltim telah mendeklarasikan Kaltim Green sebagai visi pembangunan yang berwawasan lingkungan, oleh karna itu Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menekankan bahwa pembangunan di provinsi Kaltim harus dilakukan secara berkelanjutan dan berfokus pada prinsip pembangunan hijau.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak buruk yang hingga mengancam kualitas hidup masyarakat.
Hamas menegaskan bahwa pembangunan yang hanya melihat keuntungan jangka pendek akan menjerumuskan wilayah tersebut dalam masalah lingkungan yang serius di masa depan.
“Lingkungan hidup adalah elemen vital yang mendukung keberlanjutan pembangunan. Kita harus memastikan bahwa pembangunan saat ini juga memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkap Hamas sapaan akrabnya
Lebih lanjut kata Hamas, mengingatkan bahwa setiap proyek pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana agar bisa memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam setiap tahap perizinan pembangunan.
Menurut Hamas, Pemprov Kaltim perlu lebih tegas dalam memastikan bahwa proyek yang dilaksanakan tidak hanya menguntungkan dalam jangka pendek tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Pembangunan yang tidak mempertimbangkan lingkungan bisa berujung pada kerusakan alam yang tidak bisa diperbaiki,” jelas Hamas.
Terakhir kata Hamas, mengingatkan guna pentingnya kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang lebih ramah lingkungan. (Eby/Adv)

