Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Hasanuddin Mas’ud Soroti Pendataan Kasus Kekerasan di Daerah Terpencil
    Advertorial

    Hasanuddin Mas’ud Soroti Pendataan Kasus Kekerasan di Daerah Terpencil

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraMei 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda — Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Kota Samarinda mencatat angka tertinggi sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025, memunculkan kekhawatiran akan belum meratanya penanganan di wilayah lain, terutama di daerah terpencil.

    Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menilai bahwa tingginya angka di Samarinda bisa jadi disebabkan oleh kemudahan pelaporan dan akses informasi, yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

    “Angka kekerasan di Samarinda mungkin lebih tinggi karena faktor eksposur, banyak kasus di daerah terpencil mungkin tak terlaporkan,” jelasnya.

    Hasanuddin atau yang akrab disapa Hamas, mendorong adanya sistem perlindungan yang inklusif dan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam membangun sistem yang responsif terhadap korban kekerasan.

    “Kita tak boleh hanya fokus pada daerah dengan kasus menonjol, sistem perlindungan harus diperkuat di seluruh Kaltim,” terang Hamas.

    Berdasarkan data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), pada tahun 2024 tercatat 1.002 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim. Samarinda menempati posisi teratas dengan 175 kasus kekerasan terhadap anak dan 103 kasus terhadap perempuan. Tren ini berlanjut di tahun 2025 dengan total 341 kasus hingga awal Mei. Samarinda kembali mencatat angka tertinggi, khususnya pada anak usia 13–17 tahun dan perempuan usia 25–44 tahun.

    Kasus-kasus tersebut mayoritas terjadi di ranah domestik. Sepanjang 2024, Samarinda melaporkan 83 kasus kekerasan terhadap anak dan 74 kasus kekerasan terhadap perempuan di dalam lingkungan rumah tangga.

    Dengan kondisi ini, dorongan untuk pemerataan perlindungan dan penanganan kasus kekerasan menjadi semakin mendesak, demi memastikan bahwa tidak ada korban yang luput dari perhatian hanya karena tinggal di wilayah yang jauh dari pusat kota. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id Kalimantan Timur kaltim
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Hadapi Tantangan Lingkungan IKN, Universitas Mulawarman Dorong Kolaborasi Tata Kelola Sampah Berkelanjutan

    Februari 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.