Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ismail Latisi Minta Pemkot Siapkan Program Usaha bagi Korban PHK Tambang
    Advertorial

    Ismail Latisi Minta Pemkot Siapkan Program Usaha bagi Korban PHK Tambang

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 16, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Melambatnya aktivitas industri pertambangan batu bara di Kota Samarinda mulai memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Menyikapi situasi tersebut, DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah konkret untuk membantu para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), salah satunya melalui dukungan permodalan bagi pelaku usaha baru.

    Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan perlu diberikan peluang untuk membangun sumber penghasilan alternatif. Menurutnya, program peningkatan keterampilan yang telah berjalan akan lebih efektif apabila disertai kemudahan akses terhadap modal usaha.

    “Yang harus dipersiapkan adalah bagaimana para pekerja eks tambang memiliki keterampilan lain yang bisa dikembangkan menjadi usaha produktif dan sumber pendapatan baru,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

    Ia menjelaskan, banyak mantan pekerja tambang selama ini menggantungkan penghidupan pada sektor pertambangan sehingga memerlukan bekal kemampuan baru agar dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.

    Selain pelatihan, Ismail menilai dukungan permodalan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Pasalnya, keterbatasan modal kerap menjadi hambatan utama, terutama bagi mereka yang baru kehilangan pekerjaan dan belum memiliki pendapatan tetap.

    Karena itu, ia mendorong pemerintah melalui instansi terkait, termasuk Dinas Koperasi, untuk menghadirkan skema bantuan maupun pinjaman modal tanpa bunga yang mudah diakses oleh masyarakat terdampak PHK.

    “Kalau ada kemauan untuk berusaha tetapi terkendala modal, maka program pinjaman tanpa bunga bisa menjadi solusi. Dengan begitu, mereka tetap punya kesempatan untuk membuka usaha dan memperoleh penghasilan,” katanya.

    Menurut Ismail, langkah tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh mata pencaharian baru, tetapi juga berpotensi mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

    Ia berharap pemerintah segera menyiapkan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan usaha hingga dukungan permodalan. Dengan demikian, dampak perlambatan sektor pertambangan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Samarinda dapat diminimalkan, sekaligus membuka peluang lahirnya sumber-sumber ekonomi baru. (Eby/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kenaikan BBM Berpotensi Picu Inflasi, DPRD Dorong TPID Perkuat Pengawasan Harga

    Juni 26, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, DPRD Soroti Dugaan Gangguan Pasokan Batu Bara

    Juni 26, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Dukungan APBN 2027 untuk Lanjutkan Proyek Strategis

    Juni 26, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,909 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,501 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,024 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.