Halonusantara.id, Samarinda – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan besarnya potensi sumber daya alam Kalimantan Timur, kebutuhan akan lembaga pendidikan tinggi teknologi yang unggul menjadi semakin mendesak.
Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yang berdiri sejak 2012, kini didorong untuk melangkah lebih jauh sebagai pusat inovasi dan pencetak talenta unggulan di bidang sains dan teknologi.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan bahwa keberadaan ITK memiliki nilai strategis, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai motor penggerak transformasi teknologi di wilayah timur Indonesia.
“Dengan potensi geografis dan kekayaan alam Kaltim, kehadiran kampus teknologi seperti ITK sangat krusial. Kita butuh SDM yang tidak hanya kompeten, tapi juga inovatif. ITK harus bisa menjadi penghasil talenta sains dan teknologi masa depan,” ujar Seno Aji, Jumat (11/7/25).
Meski demikian, perjalanan pengembangan ITK belum sepenuhnya mulus. Salah satu hambatan besar adalah persoalan keterbatasan lahan.
Dari total 300 hektare lahan yang dijanjikan Pemprov sejak awal, realisasi hingga kini baru berkisar 58 hektare sebagian besar diperoleh melalui mekanisme tukar guling, bukan alokasi langsung dari pemerintah daerah.
“Di awal kita janjikan 300 hektare, tapi sampai sekarang baru sekitar 55 sampai 58 hektare yang terealisasi. Sebagian besar dari itu pun bukan dari pengadaan baru, melainkan hasil tukar guling dengan pihak lain seperti PLN,” jelas Seno.
Namun demikian, Pemprov tetap menunjukkan komitmen dengan mendorong optimalisasi lahan yang telah tersedia sebagai langkah awal. Pemerintah ingin memastikan bahwa lahan yang ada dimaksimalkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan riset sebelum membahas perluasan tahap berikutnya.
“Masih banyak ruang kosong di lahan eksisting. Kami ingin ITK manfaatkan itu secara optimal dulu. Jika itu sudah efektif, kami siap membuka pembahasan perluasan ke arah 300 hektare seperti yang pernah dirancang,” tutur Seno.
Sebagai satu dari hanya dua perguruan tinggi negeri di Kaltim, posisi ITK semakin vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. Apalagi dengan hadirnya IKN, kebutuhan akan pusat-pusat inovasi yang dapat menjawab tantangan era teknologi menjadi semakin mendesak.
Tak hanya masyarakat, kalangan akademisi dan pelaku industri pun menaruh harapan besar pada ITK agar dapat menjelma menjadi pusat keunggulan yang mampu menjembatani dunia pendidikan, riset, dan kebutuhan pembangunan daerah.
“ITK bukan sekadar kampus. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Kalimantan. Kami ingin ITK jadi simbol kemajuan teknologi, tempat lahirnya inovator, insinyur, dan pemikir besar dari timur Indonesia,” tutup Seno Aji. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

