Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Kaltim Belum Mampu Swasembada Beras, Ini Pesan Veridiana Huraq Wang
    Advertorial

    Kaltim Belum Mampu Swasembada Beras, Ini Pesan Veridiana Huraq Wang

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraOktober 23, 2022Tidak ada komentar2 Mins Read

    Halo Nusantara. Anggota DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengatakan, Kaltim harus mempertahankan kerja sama dengan daerah lain yang menjadi penghasil pangan. Alasannya, tentu agar ketahanan pangan di Kaltim tetap terjaga.

    “Untuk beras misalnya, Kaltim tiap tahun selalu mendatangkan beras dari luar daerah baik Jawa dan lainnya sekitar 30 persen karena belum mampu swasembada beras, belum termasuk kebutuhan pangan lainnya,” katanya.

    Sembari pihak terkait bersama petani berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, maka Pemprov Kaltim harus terus melakukan koordinasi dengan daerah penghasil, jika perlu mengembangkan kerja sama dengan daerah lain yang produksi pangannya melimpah.

    Katanya, Pemprov Kaltim selama ini telah memfasilitasi pedagang untuk kelancaran mendatangkan berbagai komoditas dari daerah lain. Diantaranya Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa, sehingga Kaltim tidak mengalami gejolak pangan.

    Ia mengungkapkan, tingkat kesuburan tanah di Kaltim dengan di Jawa jauh berbeda. Di Jawa jauh lebih subur, sementara tanah di Kaltim kesuburannya lebih rendah karena banyak mengandung unsur asam akibat banyaknya batu bara.

    “Lihat saja di Kaltim ini, hampir semua lokasi terdapat kandungan batu bara, tinggal kalorinya saja yang berbeda sehingga tanah Kaltim asam yang membutuhkan penanganan ekstra untuk menghasilkan produksi yang baik,” ujarnya.

    Ia menceritakan, pernah mendampingi untuk penanaman jagung. Saat itu petani sudah mendapat ilmu dari Jawa tentang pola budi daya jagung, mulai penanaman, pemeliharaan hingga proses panen.

    “Pola penanganan jagung yang ditanam oleh petani di sini sama saja dengan di Jawa karena ilmu dan obat-obatan yang digunakan sama, namun produksinya jauh lebih rendah, karena tingkat kesuburan lahan di Jawa dengan di Kaltim memang beda,” katanya.

    Ia juga mengatakan bahwa kesuburan lahan Kaltim cenderung berjangka pendek, yakni hanya beberapa kali penanaman, maka kesuburannya terus menurun alias tidak konsisten, sehingga perlu perlakuan khusus.

    “Untuk membuat lahan di Kaltim memiliki kesuburan konsisten, diperlukan perlakukan khusus atau semacam rekayasa teknologi melalui inovasi dinas terkait, yakni harus melakukan ekstensifikasi lahan,” tutupnya. (Im/adv)

    DPRD Kaltim Halo Nusantara
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.