Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menggencarkan promosi sektor pariwisata melalui strategi digital yang lebih adaptif dan modern. Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah mengintegrasikan peran influencer dan media sosial untuk menjangkau wisatawan, khususnya dari kalangan muda dan pasar mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa pendekatan promosi berbasis kolaborasi dengan konten kreator kini menjadi strategi utama untuk memperluas eksposur destinasi wisata yang dimiliki Kaltim.
“Kerja sama dengan influencer dan media digital ke depannya akan kami masukkan dalam skema promosi resmi. Ini untuk memastikan potensi wisata Kaltim bisa dikenal lebih luas, terutama oleh generasi muda dan wisatawan asing,” ujar Ririn, Minggu (6/7/25).
Menurutnya, tren pemanfaatan influencer sudah menjadi praktik umum di kementerian maupun daerah, karena terbukti lebih komunikatif dalam menjangkau audiens melalui pendekatan yang lebih personal dan menarik.
Ririn juga menyebutkan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan para pembuat konten yang berfokus pada tema pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia menilai, keterlibatan kreator digital merupakan aset penting dalam membangun narasi positif tentang Kaltim sebagai destinasi wisata unggulan.
“Banyak kementerian sudah memanfaatkan influencer untuk kampanye pariwisata. Kami ingin ikut ambil bagian, terutama dalam menggandeng kreator yang punya perhatian terhadap sektor ini,” jelasnya.
Selain melibatkan influencer, Dinas Pariwisata Kaltim juga memperkuat komunikasi digital melalui pengelolaan media sosial secara profesional. Salah satu capaian yang disoroti adalah peningkatan signifikan jumlah penonton dan interaksi di akun Instagram resmi milik Dispar Kaltim.
“Setahun terakhir, kami mencatat pertumbuhan jumlah penonton konten dari enam ribu menjadi dua puluh ribu. Ini membuktikan bahwa pendekatan konten kreatif dan relevan berhasil menarik perhatian publik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konten-konten yang disajikan kini lebih berfokus pada kebutuhan informasi wisatawan, seperti panduan rute menuju destinasi, kalender event, dan keunikan lokal, bukan hanya dokumentasi kegiatan dinas.
“Kami beralih ke pola konten yang lebih informatif dan atraktif. Fokusnya adalah menyajikan informasi yang bisa langsung dimanfaatkan oleh calon wisatawan,” katanya.
Melalui pendekatan digital ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berharap minat kunjungan wisatawan asing dapat terus tumbuh.
“Potensi ekowisata, keindahan alam, dan kekayaan budaya daerah akan menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan untuk menjelajahi pesona Benua Etam,” tandasnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

