Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas lewat percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih.
Program yang dicanangkan pada Sabtu (24/5/2025) ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Mei 2025, proses musyawarah khusus desa dan kelurahan telah mencapai sekitar 50 persen. Ia optimistis seluruh daerah akan menyelesaikan tahapan tersebut dalam waktu dekat.
“Pembentukan koperasi bukan hanya tentang pendirian secara administratif, tetapi lebih kepada membangun struktur ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari akar rumput. Ini adalah pondasi penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Seno Aji menambahkan bahwa dialog percepatan pembentukan koperasi juga menjadi ajang penting untuk menyelaraskan visi berbagai pemangku kepentingan.
Sehingga, koperasi harus mampu berperan aktif secara ekonomi, bukan sekadar memenuhi persyaratan legal formal. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan pelatihan, pendampingan teknis, dan akses permodalan agar koperasi dapat tumbuh sebagai motor penggerak pembangunan desa.
Meski sosialisasi program telah mencapai lebih dari 90 persen, realisasi musyawarah dan proses administratif masih sekitar 33 persen, menandakan perlunya dorongan ekstra agar semua tahapan selesai tepat waktu.
Targetnya, koperasi yang terbentuk dapat beroperasi penuh mulai 28 Oktober 2025 setelah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan peluncuran koperasi secara nasional pada 12 Juli 2025 yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Peluncuran nasional ini akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang mandiri dan mampu berdiri sendiri melalui sistem kelembagaan yang kuat,” kata Seno.
Dengan strategi ini, pemerintah Kaltim berharap Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi program formalitas, melainkan instrumen nyata yang mendorong pemerataan kesejahteraan dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

