Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Kasus Pelecehan di SMK Samarinda, Damayanti : Pelecehan Oleh Pembina Pramuka Rusak Nilai-nilai Pendidikan
    Advertorial

    Kasus Pelecehan di SMK Samarinda, Damayanti : Pelecehan Oleh Pembina Pramuka Rusak Nilai-nilai Pendidikan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 15, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Eby)

    Halonusantara.id, Samarinda – Dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum pembina pramuka terhadap empat siswa di sebuah SMK di Samarinda kembali memunculkan sorotan terhadap keamanan lingkungan pendidikan. Kasus ini tidak hanya mengusik rasa keadilan, tetapi juga mencoreng nilai-nilai dasar pendidikan karakter yang selama ini dijunjung tinggi dalam kegiatan kepramukaan.

    Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menanggapi serius kasus ini dan menyebutnya sebagai tamparan keras bagi dunia pendidikan.

    “Ini peristiwa yang sangat mengecewakan. Pramuka adalah sebuah organisasi pendidikan karakter, tempat anak-anak kita dididik soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan toleransi. Ketika justru terjadi pelecehan oleh seorang pembina, ini mencoreng nilai-nilai luhur yang diusung gerakan Pramuka,” ujar Damayanti

    Ia menilai kasus ini harus ditangani secara menyeluruh dan melibatkan semua elemen, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan institusi pendidikan.

    “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, hingga organisasi tempat anak-anak ini bernaung. Jangan sampai lingkungan yang seharusnya aman justru menjadi tempat mereka mengalami trauma,” tegasnya.

    Menurut informasi, tim reaksi cepat perlindungan perempuan dan anak telah mulai melakukan pendampingan terhadap para korban. Namun, proses penyelidikan masih menghadapi hambatan, terutama karena kurangnya bukti-bukti yang kuat. Meski demikian, Damayanti menekankan pentingnya memahami bahwa pelecehan tidak hanya berbentuk fisik.

    “Kadang hal-hal yang dianggap sepele, seperti siul-siul, itu juga bentuk pelecehan. Ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa kita perlu menciptakan ruang aman bagi anak,” imbuhnya.

    Komisi IV DPRD Kaltim, kata Damayanti, akan menjadikan kasus ini sebagai catatan penting untuk memperkuat regulasi dan pengawasan dalam sistem perlindungan anak di sekolah-sekolah.

    “Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan justru tempat anak-anak kehilangan rasa percaya dirinya akibat pelecehan,” tutupnya. (EbyAdv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.