Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Keterbatasan akses transportasi membuat warga di sejumlah desa di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menghadapi tantangan untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
Di Desa Kupang Baru, biaya perjalanan menuju lokasi belanja disebut dapat mencapai Rp3 juta, belum termasuk pengeluaran untuk makan dan minum.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat penyediaan kebutuhan pokok yang lebih dekat dengan masyarakat.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan keberadaan koperasi di tingkat desa diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh sembako tanpa harus menempuh perjalanan jauh dengan biaya besar.
“Paling tidak masyarakat kami lebih mudah untuk mendapatkan berupa sembako,” kata Nadi Baswan, Selasa (20/10/2026).
Namun, pembangunan KDMP belum menjangkau seluruh desa di Muara Kaman. Dari total 20 desa, lima desa masih menghadapi kendala pembangunan akibat kondisi geografis yang didominasi rawa dan kawasan tepian sungai.
Kelima desa tersebut adalah Bukit Jering, Muara Siran, Kupang Baru, Tunjungan, dan Liang Buaya.
Nadi menjelaskan, kondisi tanah di wilayah tersebut membutuhkan penyesuaian konstruksi bangunan. Pembangunan gedung beton berpotensi memerlukan fondasi khusus, seperti tiang pancang, yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan biaya.
“Yang lima ini daerah rawa semua Pak, daerah sungai,” sebutnya.
Selain kondisi tanah, akses menuju sejumlah desa yang berada di wilayah pelosok juga menjadi tantangan. Karena itu, pembangunan lima unit KDMP tersebut belum dapat dilanjutkan seperti di desa lainnya.
“Karena kemarin kan kalau bangun beton, paling tidak kan menambah biaya,” kata Nadi.
Ia mengaku belum dapat memastikan kapan pembangunan di lima desa tersebut dimulai. Pemerintah kecamatan masih menunggu kejelasan kebijakan dan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan dengan kondisi geografis setempat.
“Saya belum tahu nih, bagaimana situasi dari pusat itu seperti apa, karena biaya itu mungkin jauh lebihnya,” ungkapnya.
Bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, keberadaan koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas ekonomi desa, tetapi juga membantu mendekatkan distribusi kebutuhan pokok dan mengurangi ketergantungan pada perjalanan jauh untuk berbelanja.
Pemerintah kecamatan berharap kendala pembangunan dapat menemukan solusi agar manfaat KDMP bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh desa Muara Kaman. (HB/ADV)

