Halonusantara.id, Samarinda — Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil peran strategis dalam memperkuat kesehatan masyarakat, khususnya terkait masalah penglihatan.
Di tengah masih tingginya angka gangguan mata yang dialami warga, perhatian serius diberikan untuk meningkatkan akses layanan pemeriksaan mata dan distribusi kacamata secara gratis.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 6,5 persen penduduk di Provinsi Kaltim mengalami berbagai gangguan penglihatan, mulai dari rabun jauh hingga kebutuhan kacamata baca. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena keterbatasan akses maupun pemahaman akan pentingnya deteksi dini.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah lembaga kesehatan dan organisasi profesional berkolaborasi menghadirkan program layanan pemeriksaan mata secara menyeluruh.
Targetnya adalah menjangkau ribuan warga yang selama ini belum mendapatkan pemeriksaan rutin, terutama dari kalangan yang kurang mampu.
Wahyu Hernaningsih, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan manifestasi nyata kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, penglihatan yang optimal sangat menentukan produktivitas dan kualitas belajar anak-anak hingga kesejahteraan lansia.
“Memastikan masyarakat memiliki mata yang sehat adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung aktivitas sehari-hari mereka. Tanpa penglihatan yang baik, potensi individu tidak akan berkembang maksimal,” ujarnya, Jum’at (13/6/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, turut menekankan pentingnya program ini sebagai upaya menekan angka gangguan penglihatan yang cukup tinggi di wilayahnya.
Ia mengingatkan, banyak warga yang tidak menyadari kondisi matanya bermasalah atau terkendala biaya untuk melakukan pemeriksaan.
“Deteksi dini dan pemberian kacamata secara gratis adalah solusi tepat agar masyarakat dapat segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” katanya.
Salah satu penerima manfaat program ini, Clarensia Fayola Safira, mengungkapkan rasa bersyukurnya dapat memeriksakan mata secara gratis setelah sekian lama merasakan gangguan penglihatan tanpa kejelasan diagnosa. Kesempatan tersebut memberikan pengetahuan dan solusi yang selama ini sulit ia dapatkan.
Kolaborasi yang melibatkan TP PKK Pusat, Dinas Kesehatan Kaltim, Rumah Sakit Mata Kaltim, serta organisasi profesi seperti PERDAMI, IROPIN, GAPOPIN, dan Yayasan Indonesia Melihat Nasional, mengusung tema besar untuk bersama mewujudkan Indonesia Emas melalui masyarakat yang sehat dan produktif.
Program ini diharapkan mampu menggerakkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan mata, sebagai fondasi mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

