Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ketua DPRD Kukar: Bantuan Pertanian Harus Tepat Sasaran, Jangan Sampai Disalahgunakan
    Advertorial

    Ketua DPRD Kukar: Bantuan Pertanian Harus Tepat Sasaran, Jangan Sampai Disalahgunakan

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 26, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Hf)

    Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan pertanian yang digulirkan pemerintah daerah. Menurutnya, tidak semua bantuan berjalan efektif, dan ada indikasi penyimpangan yang justru merugikan keuangan negara.

    Ia mengungkapkan bahwa banyak bantuan seperti bibit dan pupuk diberikan tanpa pengawasan yang ketat, sehingga sering kali tidak digunakan sebagaimana mestinya.

    “Kita akan evaluasi, misal bantuan bibit atau pupuk. Kita perlu pastikan kalau bibit itu benar-benar teroptimalkan, bukan sekadar dibuang ke sungai,” tegasnya, Sabtu (26/7/2025).

    Menurut Ahmad Yani, program bantuan harus disertai dengan pola pendampingan dan pengawasan agar hasilnya nyata dirasakan masyarakat. Pemerintah tidak boleh hanya sekadar menyalurkan anggaran tanpa memastikan output dan outcome yang jelas.

    “Lebih baik dengan pola yang baik, sehingga tidak buang-buang uang kita,” katanya.

    Selain itu, ia juga mengkritisi ketidaktepatan sasaran dalam pemberian bantuan, terutama di sektor pertanian. Ia menyoroti praktik di lapangan di mana kelompok tani yang terdaftar justru dikendalikan oleh orang-orang yang tidak benar-benar berprofesi sebagai petani.

    “Misal pertanian, itu harus kita pastikan penerimanya benar-benar petani, bukan elit desa. Ini uang negara untuk kelompok, kalau orang benar tidak masalah. Tapi kalau dikasih malah dijual, itu pencurian dan tidak boleh,” ujarnya tegas.

    Ia menekankan bahwa program pertanian harus menyentuh petani kecil yang benar-benar membutuhkan, bukan dijadikan celah oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Penguatan database kelompok tani serta verifikasi lapangan harus dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan data penerima.

    Dengan tegas, Ahmad Yani menyatakan bahwa orientasi penggunaan dana publik harus berbasis kebutuhan riil dan manfaat langsung, bukan untuk formalitas laporan atau kepentingan elit lokal. (Hf/Adv)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025

    Sarkowi: Konsistensi Aparat dan Kesadaran Masyarakat Kunci Penegakan Hukum

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.