Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Pesut Mahakam menjadi salah satu prioritas DPRD tahun ini. Meski menemui sejumlah kendala, pihaknya terus mendorong agar proses legislasi ini segera rampung.
“Kami berharap Bapemperda bisa segera menyelesaikan pembahasannya. Panitia Khusus yang sebelumnya sudah bekerja, kami harapkan bisa diperbarui agar dapat melanjutkan tugas yang belum tuntas,” kata Yani.
DPRD Kukar, menurut Yani, juga aktif mencari referensi pengelolaan pesut dari berbagai negara, mengingat belum ada contoh konkret di dalam negeri yang bisa dijadikan acuan penyusunan regulasi teknis.
“Kami terus melakukan pencarian referensi dan kajian dari luar negeri agar proses pengesahan bisa lebih cepat dan substansinya lebih matang,” ujarnya.
Ditegaskannya pula, Raperda ini masuk dalam skala prioritas tahun 2025. Selain menyangkut konservasi lingkungan, Yani melihat perlindungan Pesut Mahakam sebagai bagian dari potensi wisata alam yang harus dioptimalkan.
“Konservasi pesut bukan hanya soal menjaga ekosistem, tapi juga punya nilai pariwisata. Kalau dikelola dengan baik, bisa menarik kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” jelasnya.
Namun, ia mengakui bahwa fasilitas penunjang untuk konservasi dan wisata pesut saat ini masih sangat minim. Oleh karena itu, kehadiran regulasi dinilai penting untuk memberikan arah yang jelas dalam pengembangan infrastruktur dan kebijakan pelestarian.
“Tanpa regulasi, sulit bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran atau menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. Maka dari itu, Perda ini sangat kita butuhkan,” katanya.
Yani juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam implementasi Perda ini. Menurutnya, pendekatan kemitraan akan lebih efektif daripada pendekatan kewajiban sepihak.
“Kita ingin semua stakeholder terlibat, bukan karena dipaksa, tapi dalam semangat gotong royong untuk menjaga warisan alam Mahakam,” tegasnya. (Hf/Adv)

