Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Ketua DPRD Samarinda Soroti Maraknya Hoaks dan Doxing di Medsos
    Advertorial

    Ketua DPRD Samarinda Soroti Maraknya Hoaks dan Doxing di Medsos

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 4, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Penyalahgunaan media sosial yang kian marak, terutama dalam bentuk penyebaran informasi palsu dan serangan terhadap privasi pribadi, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.

    Helmi menyampaikan bahwa platform digital seharusnya menjadi tempat berbagi informasi dan aspirasi secara sehat, bukan menjadi panggung provokasi atau penyebaran kebencian. Menurutnya, batas antara kebebasan berekspresi dan pelanggaran etika kini semakin kabur di era digital.

    “Media sosial itu punya kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Tapi kalau tidak disertai tanggung jawab, justru akan jadi bumerang yang merusak tatanan sosial,” ujarnya

    Politisi Partai Gerindra ini menekankan pentingnya memisahkan kritik yang konstruktif dengan ujaran yang mengandung fitnah atau hoaks. Ia menilai, makin banyak masyarakat yang terjebak dalam arus informasi sesat akibat rendahnya literasi digital.

    “Kritik sah-sah saja dalam demokrasi, tapi jangan sampai jadi alat untuk menyebar kebohongan atau menyerang pribadi. Itu berbahaya,” tambahnya.

    Selain itu, Helmi juga menyoroti fenomena doxing, yakni praktik membocorkan data pribadi seseorang ke publik, yang kini semakin sering terjadi dan dapat mengancam keamanan individu. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap etika dan hak asasi.

    Melihat kondisi tersebut, ia mendorong adanya penguatan edukasi digital, khususnya di lingkungan sekolah dan komunitas pemuda. Langkah ini diyakini dapat membekali masyarakat agar lebih cerdas dan bertanggung jawab saat bermedia sosial.

    “Anak-anak muda kita harus dibekali kemampuan berpikir kritis dan memilah informasi. Kalau tidak, mereka akan mudah terbawa arus provokasi yang menyesatkan,” ujarnya.

    Helmi berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil dapat menciptakan budaya digital yang lebih sehat, dewasa, dan saling menghargai.

    “Kalau kita ingin ruang digital menjadi tempat memperkuat demokrasi, maka kesadaran akan etika dan kebenaran harus kita tanamkan sejak dini. Jangan biarkan media sosial jadi ladang konflik yang terus membesar,” tutupnya. (EP/Adv)

    Dprd Kota Samarinda Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.