Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Polemik belum cairnya bonus dan uang saku atlet PON XXI asal Kutai Kartanegara (Kukar) tak hanya jadi perhatian legislatif, tapi juga membuka diskusi lebih luas soal pembiayaan sektor olahraga. Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menilai sudah saatnya dunia olahraga di Kukar tak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
Menurut Faisal, banyak perusahaan besar beroperasi di wilayah Kukar, dan seharusnya bisa dilibatkan secara aktif untuk mendukung pembinaan atlet lokal. Ia menyarankan agar perusahaan-perusahaan tersebut digandeng menjadi “orang tua asuh” dunia olahraga di Kukar.
“Di sekitar kita banyak perusahaan besar. Harusnya mereka bisa turut membantu masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya para olahragawan,” ujar Faisal, Rabu (23/7/2025).
Ia mendorong agar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI Kukar, serta Bupati Kukar segera mengambil inisiatif mengajak perusahaan-perusahaan besar berkontribusi secara nyata.
“Harapan kami, Dispora, KONI, bahkan Pak Bupati bisa mengumpulkan perusahaan-perusahaan besar ini agar dapat menjadi orang tua asuh bagi dunia olahraga,” lanjutnya.
Faisal menegaskan, keterlibatan swasta dalam pembinaan atlet tidak akan merugikan pihak manapun. Justru, langkah ini akan memperkuat hubungan sosial antara dunia usaha dan masyarakat Kukar.
“Ini tidak akan membuat perusahaan bangkrut. Justru akan mempererat kontribusi mereka terhadap masyarakat. Hubungan sosial juga akan jadi lebih baik dan lancar,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Usulan ini dinilai sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi ketimpangan pembiayaan olahraga, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pengembangan potensi daerah. (Hf/Adv)

