Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong regenerasi petani dengan mengenalkan teknologi pertanian modern kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Anggana, Muara Badak, dan Marang Kayu. Hal ini dinilai penting karena saat ini minat pemuda untuk terjun ke dunia pertanian semakin menurun.
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Safruddin, menegaskan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan yang kotor dan berat.
“Kami mensosialisasikan bahwa bertani itu tidak perlu kotor sekarang. Karena sudah ada alat-alat pertanian modern seperti hand tractor, cultivator, mesin tanam, sampai drone spray,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kukar, Kamis (24/7/2025).
Ia menjelaskan, penggunaan alat seperti cultivator dapat menggantikan fungsi cangkul, sehingga petani tidak perlu lagi turun berlumpur saat mengolah lahan. Begitu juga dengan mesin tanam padi dan mesin panen yang membuat proses menanam dan memanen menjadi lebih cepat, bersih, dan efisien.
“Kalau pakai mesin panen atau komben, kita tidak perlu menyentuh tanah karena operatornya naik di atas mesin. Panennya juga langsung masuk ke dalam karung,” jelasnya.
Tak hanya itu, penggunaan drone untuk menyemprot tanaman juga mulai diperkenalkan kepada petani di Kukar. Menurut Safruddin, drone spray sangat membantu efisiensi kerja petani tanpa harus turun ke sawah.
“Cukup di pinggir sawah, tinggal dikontrol saja dengan drone. Ini teknologi yang memudahkan,” tambahnya.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam penerapan teknologi pertanian modern adalah kesiapan sumber daya manusia. Untuk itu, Komisi I DPRD Kukar bersama instansi terkait telah mengadakan pelatihan pengoperasian alat-alat pertanian di beberapa desa.
“Kemarin sudah ada pelatihan di Desa Sidomulyo untuk mengoperasikan alat-alat pertanian ini,” katanya.
Safruddin berharap, dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini, generasi muda tidak lagi ragu untuk terjun ke sektor pertanian. Ia menilai pertanian merupakan sektor strategis yang akan terus dibutuhkan sepanjang waktu.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa bertani juga bisa sejahtera dan modern. Jangan sampai sektor ini hilang karena tidak ada regenerasi,” pungkasnya. (Hf/Adv)

