Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi standar pelatihan tenaga pengelasan atau welder dalam program Kukar Siap Kerja. Langkah ini dilakukan agar kualifikasi yang diberikan sesuai kebutuhan industri sekaligus memungkinkan lebih banyak pencari kerja mengikuti pelatihan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah biaya pelatihan welder dengan sertifikasi 4G yang mencapai Rp150 juta per peserta.
Menurutnya, standar tersebut perlu ditinjau karena tidak semua kebutuhan industri di Kukar mensyaratkan sertifikasi hingga tingkat 4G.
“Welder kita ini welder 4G. Welder 4G itu pembiayanya Rp150 juta per kepala. Nah sementara dunia kerja kita hari ini seperti yang ada di tempat kita di Kukar itu galangan kapal dan lain sebagainya, itu tidak sampai 4G kebutuhannya,” jelas Aulia di Tenggarong, Jumat (9/10/2026).
Ia berharap standar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil pemberi kerja. Dengan begitu, biaya pelatihan bisa ditekan dan jumlah peserta yang dapat mengikuti program berpotensi ditingkatkan.
Saat ini, Pemkab Kukar baru dapat memberangkatkan sekitar 25 peserta dalam satu angkatan dengan anggaran yang tersedia. Program Kukar Siap Kerja telah memasuki angkatan keempat, sedangkan tiga angkatan sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan.
Penyesuaian standar tersebut menjadi bagian dari koordinasi Pemkab Kukar bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dukungan pembiayaan pelatihan berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kontraktor kontrak kerja sama (K3S) sektor migas.
Aulia menjelaskan, Kukar Siap Kerja dirancang untuk mempertemukan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di industri. Karena itu, pelatihan diupayakan mengikuti kualifikasi yang dibutuhkan pemberi kerja agar peserta memiliki peluang terserap setelah lulus.
Selain welder, program tersebut juga mencakup pelatihan operator loader serta operator alat berat lainnya, termasuk pengemudi.
Aulia menyebut program Kukar Siap Kerja sejauh ini telah membantu penyerapan hampir 600 tenaga kerja. Pemerintah daerah juga menargetkan pemuda dan pemudi dari kelompok desil 1 hingga desil 5 untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.
“Tugas kita di pemerintah daerah adalah mencari anak-anak yang desil 1, 2, 3 sampai 5, SKK Migas yang membiayai, sehingga ini kita berharap ini bisa terkolaborasi dengan baik,” pungkasnya. (HB/ADV)

