Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Longsor Samarinda Jadi Alarm Tata Ruang, Wagub Seno Minta Pembangunan Tak Abaikan Risiko Geologi
    Advertorial

    Longsor Samarinda Jadi Alarm Tata Ruang, Wagub Seno Minta Pembangunan Tak Abaikan Risiko Geologi

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraMei 29, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kondisi rumah yang dilanda longsor di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kota Samarinda. (Na)

    Halonusantara.id, Samarinda — Bencana longsor yang menewaskan satu warga di kawasan padat penduduk Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kota Samarinda, menyisakan keprihatinan mendalam. Lebih dari sekadar musibah akibat hujan deras, peristiwa ini menjadi alarm keras bagi tata kelola ruang dan minimnya mitigasi risiko di wilayah rawan.

    Tim pencarian dan pertolongan gabungan resmi menghentikan operasi pada Rabu kemarin, 28 Mei 2025, setelah enam korban yang tertimbun berhasil ditemukan. Lima selamat, sementara satu orang Sutiah (40)ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian.

    Tragedi itu juga menyebabkan lima rumah warga rusak berat dan memaksa para penghuni mengungsi dari tempat tinggal mereka.

    Menanggapi situasi tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan di kawasan rawan bencana. Ia menyatakan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi dan penataan ruang yang lebih aman dan berkelanjutan.

    “Lokasi longsor ini secara geologi memang rawan. Karena itu, setiap pembangunan harus melibatkan tenaga ahli sejak tahap perencanaan. Jangan asal bangun tanpa perhitungan,” ujar Seno saat meninjau lokasi kejadian, Kamis (29/5/2025).

    Ia menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil langkah cepat dengan mengoordinasikan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk penyediaan hunian sementara. Namun, menurutnya, penyelesaian jangka pendek saja tidak cukup jika akar masalah tidak dibenahi.

    “Kita tidak bisa hanya fokus pada bantuan setelah bencana. Yang lebih penting adalah memastikan bencana serupa tidak terjadi lagi. Untuk itu, pendekatan pembangunan berbasis risiko harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

    Seno juga menyoroti perlunya integrasi antara kebijakan pembangunan permukiman dan analisis kerentanan geologi. Ia mendorong Dinas Perumahan dan instansi teknis terkait untuk lebih ketat dalam mengawasi izin pembangunan, terutama di daerah dengan kontur tanah yang labil.

    Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya mendorong percepatan pembangunan hunian baru bagi para korban, dengan menekankan keamanan lokasi sebagai faktor utama.

    “Jangan sampai kita hanya mengganti rumah yang rusak tanpa memikirkan risiko lokasi. Ini soal nyawa. Harus ada standar baru yang lebih ketat ke depan,” jelasnya.

    Dengan berakhirnya operasi SAR, fokus kini bergeser ke fase pemulihan dan relokasi warga. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa tata ruang bukan sekadar soal penataan lahan, tetapi menyangkut perlindungan terhadap kehidupan manusia di tengah ancaman bencana yang kian sering terjadi. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.