Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Normalisasi Sungai Samarinda Tertunda, Permukiman Padat Jadi Kendala Utama
    Advertorial

    Normalisasi Sungai Samarinda Tertunda, Permukiman Padat Jadi Kendala Utama

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraMei 17, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Kepala Dinas PUPR & PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda. (Na)

    Halonusantara.id, Samarinda – Upaya normalisasi sungai di Kota Samarinda yang dimulai sejak 2019 masih menghadapi hambatan besar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pempov Kaltim) menyebut pemukiman padat di bantaran sungai sebagai faktor utama keterlambatan pengerjaan.

    Kepala Dinas PUPR & PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan bahwa meskipun program ini berjalan bertahap sejak lima tahun lalu, sejumlah segmen belum dapat ditangani karena permasalahan sosial.

    “Masih banyak wilayah yang tidak bisa disentuh karena permukiman warga berdiri sangat dekat bahkan menjorok ke badan sungai,” ujar Fitra, Sabtu (17/5/25).

    Ia menyoroti kawasan Karangasem Kecil sebagai salah satu titik paling krusial. Di sana, kondisi aliran sungai disebut menyempit parah akibat rumah-rumah yang berdempetan. Situasi ini menyebabkan banjir lebih sering terjadi dan surut lebih lambat.

    “Kalau dilihat dari jembatan Karangasem, dapur-dapur rumah warga saling berhadapan di atas sungai. Ini menghambat aliran air secara signifikan,” jelasnya.

    Menurut Fitra, apabila aliran sungai bisa dikembalikan ke jalur alaminya tanpa gangguan bangunan, maka genangan air di kawasan seperti Juanda dan Air Putih bisa lebih cepat surut setiap kali hujan deras.

    Namun, ia menegaskan bahwa pengerjaan fisik hanya bisa dilakukan setelah masalah relokasi warga diselesaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Pemerintah provinsi (Pemprov) tidak bisa bergerak jika persoalan sosial belum dituntaskan.

    “Ini harus dimulai dari pemkot. Kalau masalah sosialnya sudah beres, kami siap lanjutkan normalisasi,” tegasnya.

    Setelah itu, tahapan lanjutan akan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) melalui pembangunan jaringan pengendali banjir seperti kurap-kurap dan infrastruktur pendukung lainnya.

    Fitra menekankan bahwa proyek ini membutuhkan sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.