Halonusantara.id, Samarinda – Permukiman padat di Kota Samarinda masih menyimpan potensi ancaman besar kebakaran yang sewaktu-waktu bisa menghanguskan rumah-rumah warga. Kekhawatiran ini kembali disuarakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, yang menyoroti lemahnya kesiapsiagaan infrastruktur kebakaran di lingkungan padat dan sempit.
Dalam keterangannya, Novan menyatakan bahwa tingginya tingkat kerawanan kebakaran di sejumlah kawasan bukan hanya karena faktor kelalaian manusia, namun juga karena tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti hidran dan akses jalan yang memadai bagi kendaraan pemadam.
“Sering kali kami menerima laporan dari warga yang resah karena tidak ada fasilitas darurat seperti hidran di sekitar tempat tinggal mereka. Saat kebakaran terjadi, mobil pemadam tak bisa masuk ke lokasi karena gang terlalu sempit,” ungkap Novan
Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus menaruh perhatian serius terhadap mitigasi bencana kebakaran, terutama di kawasan yang telah dikategorikan sebagai wilayah rawan. Menurutnya, infrastruktur seperti hidran harus menjadi kebutuhan dasar yang dirancang secara strategis di permukiman padat penduduk.
Tak hanya itu, Novan juga menyoroti pentingnya peta risiko bencana kebakaran yang diperbarui secara berkala. Ia mengusulkan agar Pemkot bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait untuk menyusun rencana aksi berbasis data lapangan.
“Pembangunan fasilitas hidran bukan semata bentuk respons, tapi juga bagian dari upaya preventif jangka panjang. Kita harus berpikir ke depan, bukan hanya bereaksi saat bencana sudah terjadi,” tambah politisi Partai Golkar itu.
Selain meminta tambahan fasilitas hidran, Novan juga mendorong peningkatan edukasi dan pelatihan tanggap darurat kebakaran bagi warga. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat adalah bagian penting dalam sistem keselamatan lingkungan.
“Kalau warga tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat, potensi jatuhnya korban bisa ditekan. Tapi tentu saja ini harus didukung oleh infrastruktur yang layak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan dan memberikan dorongan politik agar kebijakan mitigasi kebakaran masuk dalam prioritas pembangunan Kota Samarinda ke depan.
“Kami akan kawal terus isu ini, karena setiap kebakaran selalu menyisakan trauma, kerugian, bahkan kehilangan yang tak tergantikan. Sudah waktunya kita tidak anggap enteng,” tutup Novan.(EP/Adv)

