Halonusantara.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur mendorong perubahan pendekatan dalam pelatihan kepramukaan.Mulai tahun ini, pola pelatihan yang sebelumnya mengharuskan peserta dari kabupaten/kota datang ke tingkat provinsi akan diubah menjadj pelatjh provinsi yang akan dikirim langsung ke daerah.
Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Rusmulyadi menyatakan langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemerataan pembinaan, khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan anggaran
“Kami minta tahun ini pelatihan diubah polanya. Selama ini, daerah-daerah harus mengirimkan perwakilannya ke provinsi. Tapi tidak semua kabupaten/kota punya dana yang cukup untuk mendukung itu,” kata Rusmulyadi.
Menurutnya, pendekatan lama membuat daerah-daerah dengan jarak tempuh yang jauh, seperti Mahakam Ulu, Paser, dan Berau, tertahan dalam pembinaan karena tak bisa rutin mengirim peserta ke provinsi
Sementara daerah yang lebih dekat seperti Samarinda, Balikpapan, atau Kukar, bisa lebih sering ikut, sehingga terjadi kesenjangan pembaruan ilmu dan keterampilan.
“Kalau hanya yang dekat yang bisa ikut, maka akan timpang. Padahal pembinaan kepramukaan ini harus merata,” tegasnya.
Dengan mengirim satu pelatih ke tiap kabupaten/kota, pelatihan bisa tetap berjalan tanpa membebani anggaran daerah.
Selain itu, seluruh pembina lokal yang ada di daerah juga dapat ikut, menjadikan pelatihan lebih luas dampaknya.
Rusmulyadi juga mengapresiasi respon positif dari Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim yang menyambut baik perubahan ini.
“Mereka setuju. Karena ini soal kepentingan bersama. Tujuannya agar kepramukaan di semua daerah bisa tumbuh seimbang, tidak hanya kuat di kota-kota besar,” tuturnya.
Dispora Kaltim berharap, pendekatan ini bisa menjadi awal dari pemerataan akses pelatihan kepramukaan di seluruh wilayah, sekaligus memastikan bahwa semangat pembinaan karakter pemuda tidak terhambat oleh persoalan logistik dan anggaran.
(Sf/Adv/DISPORAKALTIM)

