Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-7 tingkat Kecamatan Loa Kulu yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Loa Kulu, Sabtu (28/6/2025).
Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Loa Kulu, dan berlangsung meriah dengan penataan acara yang dinilai sangat baik. Antusiasme masyarakat pun tampak tinggi sejak awal pembukaan.
Ahmad Yani mengaku terkesan dengan pelaksanaan MTQ tersebut. Ia menilai, kemeriahannya bahkan setara dengan pelaksanaan di tingkat kabupaten.
“Ini sangat meriah dan di luar dugaan, ternyata MTQ ini hampir selevel dengan tingkat kabupaten. Kemeriahannya luar biasa, penataannya juga sangat baik, dan antusiasme masyarakat pun tinggi,” ujarnya.
Ia berharap agar pelaksanaan MTQ di Kecamatan Loa Kulu terus mendapat dukungan agar ke depan bisa lebih baik. Tak hanya itu, Yani juga mendorong agar ajang ini dapat melahirkan para juara yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
“Harapan kami, MTQ di Loa Kulu ini bisa menghasilkan calon-calon juara MTQ tingkat kabupaten, bahkan kalau bisa sampai ke tingkat nasional. Dengan doa bersama, insyaallah prestasi itu bisa kita raih,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut kekompakan para kepala desa, dukungan camat, serta keterlibatan stakeholder termasuk perusahaan, sebagai bagian penting dalam keberlangsungan pembangunan daerah.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, karena seluruh kepala desa kompak di bawah komando Pak Camat, didukung pula oleh berbagai stakeholder, termasuk perusahaan-perusahaan,” tuturnya.
“Kita harapkan pembangunan yang berkelanjutan ini memang harus melibatkan semua pihak. Apa yang kita lakukan ini adalah bagian dari doa-doa masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan MTQ ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan keagamaan di tengah masyarakat Loa Kulu. (Hf/Adv)

