Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan memprioritaskan pembenahan infrastruktur strategis.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan konektivitas antardaerah berjalan optimal di tengah geliat pembangunan ibu kota baru negara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa konektivitas wilayah menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran aktivitas di sekitar kawasan IKN. Untuk itu, Pemprov Kaltim menargetkan percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan yang selama ini dianggap belum memadai.
“Beberapa jalur memang masih butuh perhatian serius. Kita sudah rancang penganggarannya, dan mulai 2025 kita targetkan perbaikan jalur penghubung ke IKN mulai dilakukan secara bertahap,” kata Seno Aji, Sabtu (31/5/2025).
Beberapa ruas jalan yang masuk dalam daftar prioritas antara lain jalur Samarinda–Kutai Barat, Samarinda–Berau, serta Kutai Barat–Mahakam Ulu.
Menurut Seno, peningkatan kualitas jalan di koridor-koridor tersebut akan berdampak langsung pada efisiensi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas logistik menuju dan dari kawasan IKN.
Tak hanya sebatas jalan darat, Pemprov juga tengah mempersiapkan pembangunan jembatan penghubung di wilayah yang selama ini terisolasi. Salah satu proyek yang dirancang adalah pembangunan Jembatan Sei Nibung di Kutai Timur.
Infrastruktur ini akan menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah Sangatta dan Berau, dua titik yang strategis di wilayah timur Kaltim.
“Jembatan ini akan sangat membantu memangkas waktu tempuh dan membuka keterisolasian wilayah. Efeknya tentu akan terasa langsung bagi mobilitas warga dan distribusi ekonomi lokal,” ujar Seno.
Namun, Seno menegaskan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup. Ia menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga harus dibangun seiring dengan infrastruktur, agar masyarakat Kaltim bisa menjadi pelaku utama dalam era baru yang ditandai dengan kehadiran IKN.
Sebagai bentuk konkret, Pemprov Kaltim telah menjalankan program pendidikan gratis mulai dari tingkat SMA/SMK/MA hingga jenjang S3, sebagai bagian dari kebijakan strategis untuk mencetak generasi yang unggul dan kompetitif.
“Kami ingin warga Kaltim punya kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendidikan adalah fondasi utama, dan kami pastikan tidak ada lagi hambatan biaya bagi yang ingin melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Kaltim tidak sekadar bersiap menjadi penyangga IKN, tetapi juga menjadi wilayah yang tumbuh secara mandiri dan inklusif.
Pemprov berharap, pembangunan yang merata dapat menciptakan keseimbangan antara pusat dan daerah dalam skema ibu kota negara yang baru. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

