Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur semakin menegaskan posisi desa sebagai pusat pembangunan yang berkelanjutan dengan menggabungkan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Pendekatan ini diyakini menjadi kunci agar pembangunan di tingkat desa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengakar kuat pada identitas lokal yang terus terjaga.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan bahwa membangun desa tidak cukup hanya dengan membangun jalan atau fasilitas umum.
“Penting untuk menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi pondasi masyarakat kita. Modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri,” ujarnya saat memberikan penjelasan, Sabtu (24/5/2025).
Seno memberikan contoh nyata peran komunitas budaya, seperti paguyuban warga asal Pacitan di Samarinda, yang aktif melestarikan tradisi serta mempererat solidaritas sosial. Kelompok seperti ini dinilai memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat jaringan sosial antarwarga.
Selain menjaga tradisi, Pemerintah Provinsi juga mendorong pengembangan ekonomi desa melalui pembentukan koperasi berbasis lokal. Program ini menyasar lebih dari seratus desa dan kelurahan dengan sistem pengelolaan yang mengutamakan prinsip gotong royong dan partisipasi luas masyarakat.
“Penguatan koperasi desa adalah salah satu cara nyata memperkokoh struktur ekonomi rakyat dari bawah. Saat budaya dan ekonomi berjalan seiring, desa akan tumbuh mandiri secara finansial dan kaya akan nilai-nilai sosial,” jelas Seno.
Optimisme disampaikan oleh Seno bahwa sinergi antara kekuatan budaya dan ekonomi akan menjadi pondasi kokoh bagi Kaltim dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan demikian, pembangunan daerah tetap inklusif dan kompetitif tanpa kehilangan akar budaya yang telah lama menjadi identitas masyarakat Benua Etam. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

