Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) segera membuka proses seleksi terbuka untuk mengisi lima jabatan tinggi pratama yang selama ini masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dan mempercepat kinerja pelayanan publik di tingkat strategis.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa pengisian jabatan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme open bidding, yang dirancang untuk menjamin keterbukaan dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen pejabat eselon II.
“Targetnya, tahapan seleksi sudah mulai berjalan bulan depan. Kami ingin pastikan proses ini terbuka dan menjaring kandidat terbaik,” ujar Rudy, Selasa (27/5/2025).
Lima posisi yang akan dilelang secara terbuka meliputi jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Perhubungan, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) di lingkup Sekretariat Daerah, serta jabatan Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda rumah sakit rujukan terbesar di Kaltim.
Dalam proses seleksi nanti, Pemprov akan membuka ruang bagi pejabat dari berbagai latar belakang, baik dari internal lingkungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pejabat dari luar wilayah Kaltim yang memenuhi syarat.
“Siapa pun yang kompeten dan sesuai kualifikasi dipersilakan mendaftar. Kami tidak membatasi asal-usul peserta, yang penting memenuhi ketentuan dan memiliki kapasitas,” tambah Rudy.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang menuntut aparatur lebih adaptif terhadap dinamika pembangunan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan yang cepat dan berbasis hasil.
Rudy juga menekankan pentingnya mencari figur-figur pemimpin birokrasi yang tidak hanya andal dalam aspek teknis dan manajerial, tetapi juga mampu beradaptasi dengan visi pembangunan Kaltim yang semakin kompleks, termasuk transformasi di bidang pendidikan, transportasi, layanan kesehatan, hingga penguatan kelembagaan.
“Ke depan, tantangan birokrasi semakin besar. Kita butuh orang-orang yang siap bekerja cepat, berintegritas, dan mampu membaca arah kebijakan secara visioner,” tegasnya.
Seleksi terbuka ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat sistem merit dalam tubuh ASN Pemprov Kaltim.
Pemerintah berharap proses ini akan menghasilkan pejabat-pejabat yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga mampu mengemban amanah dengan orientasi pelayanan publik yang kuat. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

