Halonusantara.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)mmelalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dengan menunda sementara proyek pembangunan Rumah Sakit Jiwa Atma Husada.
Keputusan ini sejalan dengan visi Gubernur Kaltim untuk mengembangkan fasilitas kesehatan yang lebih modern dan terintegrasi, serta berstandar internasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit baru akan difokuskan pada kawasan RS Korpri.
Lokasi ini dipilih karena masih memiliki lahan kosong yang memungkinkan pembangunan fasilitas medis dengan konsep terkini dan konektivitas langsung dengan kawasan Hotel Atlet.
Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan rumah sakit yang lebih maju, memenuhi standar global, dan mampu memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
“Sejalan dengan arahan Gubernur, kami mengalihkan fokus pembangunan rumah sakit Islam ke area RS Korpri yang strategis dan lebih representatif. Pengembangan ini bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi juga menciptakan sinergi antara rumah sakit dan lingkungan sekitar,” ujar Jaya Mualimin, Senin (16/6/2025).
Selain itu, bangunan lama Rumah Sakit Islam yang sebelumnya digunakan akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau, guna mendukung penataan kawasan yang lebih asri dan nyaman.
Sementara itu, RS Jiwa Atma Husada tetap akan mendapatkan perhatian dalam pengembangan kualitas layanan tanpa perlu pembangunan fisik baru.
Jaya menambahkan, rencana pembangunan fasilitas kesehatan baru ini masih dalam tahap studi kelayakan yang dijadwalkan rampung sebelum proyek dimulai pada tahun depan.
Tidak hanya di Samarinda, Dinas Kesehatan juga tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit di Kutai Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Kaltim.
“Kami sedang melakukan kajian menyeluruh agar pembangunan ini tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengembangan infrastruktur kesehatan merupakan prioritas dalam memperkuat sistem layanan kesehatan provinsi,” jelas Jaya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memperluas dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan dan sumber daya yang ada agar lebih efektif dan efisien. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

