Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas strategi penciptaan lapangan kerja dengan menyasar sektor informal melalui pembentukan tenaga kerja mandiri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari program perluasan kesempatan kerja yang berjalan bersamaan dengan program unggulan Kukar Siap Kerja.
Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pihaknya tidak ingin program ketenagakerjaan hanya berorientasi pada penempatan warga di sektor formal.
Pengembangan usaha mandiri juga dinilai penting untuk membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Ini bentuk akselerasi kita bahwa tidak hanya fokus di kerja formal saja, tapi di informal juga,” ujar Dendy di Tenggarong, Rabu (30/9/2026).
Dalam waktu dekat, Distransnaker akan menyasar enam kelompok tenaga kerja mandiri yang berasal dari Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu, dan Sebulu.
Peserta nantinya mendapat pelatihan selama lima hari sekaligus dukungan modal usaha sebagai bekal untuk memulai atau mengembangkan kegiatan usaha.
Menurut Dendy, program tersebut tidak berhenti setelah pelatihan dan bantuan diberikan. Distransnaker akan melakukan monitoring dan evaluasi sekitar tiga hingga empat bulan setelah program berjalan.
Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana bantuan modal yang diberikan mampu menggerakkan usaha peserta.
“Program Siap Kerja sudah berakselerasi,” katanya.
Sementara itu, program pelatihan unit kompetensi juga terus berjalan. Saat ini terdapat 318 peserta yang telah terdata, terdiri dari 305 orang yang dibiayai melalui APBD Kukar dan 13 peserta melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).
Para peserta akan mengikuti 10 jenis pelatihan yang telah disusun Distransnaker sesuai kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Dendy mengatakan, peserta tenaga kerja mandiri yang menunjukkan perkembangan positif nantinya dapat diarahkan ke program lanjutan. Di antaranya Kredit Kukar Idaman (KKI) Terbaik, dukungan TJSP, maupun kemitraan dengan badan usaha.
“Akan didekatkan dengan program lanjutan yaitu KKI Terbaik atau CSR maupun badan usaha akan menjadi mitra program,” sebutnya. (HB/ADV)

