Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Perlunya Langkah-Langkah Mitigasi, Sapto : Penanganan Bencana di Samarinda Harus Lebih Terstruktur dan Konkret
    Advertorial

    Perlunya Langkah-Langkah Mitigasi, Sapto : Penanganan Bencana di Samarinda Harus Lebih Terstruktur dan Konkret

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraNovember 29, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read

    Halonusantara.id, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan bahwa perlunya langkah-langkah mitigasi bencana yang lebih efektif dan terstruktur di Samarinda, menyusul meningkatnya ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran yang kerap melanda wilayah tersebut.

    Menurutnya, meskipun telah ada kebijakan zonasi bencana, langkah nyata dalam penanggulangan dan pencegahan masih sangat minim, sehingga berdampak pada kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

    Sapto sapaan akrabnya, menilai bahwa salah satu aspek yang memerlukan perhatian serius adalah mitigasi kebakaran, yang dinilai masih lemah. Dirinya menekankan pentingnya peralatan pemadam kebakaran yang memadai dan penyuluhan untuk masyarakat di tingkat rukun tetangga, khususnya di kawasan yang rawan kebakaran.

    “Kebakaran bisa datang kapan saja, oleh karena itu selain penetapan zona merah, kami juga mendorong penyediaan fasilitas pemadam kebakaran yang mudah diakses serta pelatihan untuk warga,” jelas Sapto.

    Lebih lanjut kata Sapto, pentingnya pemetaan wilayah rawan bencana yang lebih mendalam, disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat. Ia menganggap bahwa pemetaan tersebut harus dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang jelas, sehingga warga dapat memahami langkah-langkah yang perlu diambil saat bencana terjadi.

    Dirinya juga menyoroti kebijakan zonasi yang kerap hanya bersifat simbolis tanpa tindakan nyata. Ia mengungkapkan bahwa selain penetapan zona rawan, langkah konkret seperti penyediaan fasilitas pemadam kebakaran, pemasangan tanda peringatan di wilayah rawan longsor dan banjir, serta pelatihan kepada warga harus menjadi prioritas.

    “Zonasi bencana tanpa tindakan konkret hanya akan menjadi wacana. Penanggulangan bencana harus melibatkan semua pihak dengan langkah yang jelas dan terukur,” tuturnya.

    Sebagai langkah jangka panjang, Sapto berharap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kota Samarinda, untuk menyusun kebijakan mitigasi bencana yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan.

    “Pemerintah harus memastikan bahwa setiap daerah rawan bencana mendapatkan perhatian lebih, tidak hanya sekadar menetapkan zona, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental masyarakat dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (Him/Adv/DPRDKaltim)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    DPRD Samarinda Soroti Peredaran Narkoba di Gang Langgar, Minta Pemberantasan Dilakukan Menyeluruh

    Mei 18, 2026

    Relokasi Pergudangan ke Palaran Dinilai Jadi Solusi Kemacetan Samarinda

    Mei 12, 2026

    DPRD Samarinda Minta Polemik Izin Gereja Toraja Diselesaikan Secara Bijak

    Mei 11, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,908 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,498 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,022 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.