Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Permukiman Kumuh di Jantung Kota, DPRD Minta Penanganan Serius
    Advertorial

    Permukiman Kumuh di Jantung Kota, DPRD Minta Penanganan Serius

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraMei 15, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi. (Ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Kondisi lingkungan permukiman di sejumlah titik di Samarinda mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) agar segera mengambil langkah konkret untuk merevitalisasi kawasan kumuh, terutama di wilayah Samarinda Kota dan Samarinda Ilir yang dinilai paling terdampak.

    Permukiman dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, namun juga memicu risiko bencana seperti kebakaran dan menyebarnya penyakit akibat sanitasi yang buruk. Menurut Maswedi, perhatian terhadap penataan kota harus menjadi prioritas agar tercipta lingkungan yang layak huni.

    “Contoh saat ini seperti revitalisasi Pasar Pagi yang menunjukkan kemajuan pembangunan Samarinda, namun jika adanya keberadaan kawasan kumuh akan mengurangi dampak positifnya,” ungkap Maswedi.

    Ia menambahkan, perhatian serius dari pemerintah sangat dibutuhkan, terutama melalui dukungan anggaran yang cukup dari dinas teknis seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk realisasi program penanganan kawasan kumuh di tahun 2026.

    “Seperti relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai ruang terbuka dan kawasan bersih kota,” jelasnya.

    Maswedi juga menyoroti bahwa ironisnya, kondisi permukiman kumuh justru banyak ditemukan di pusat kota, wilayah yang seharusnya menjadi wajah utama Samarinda. Dengan kepadatan tinggi dan infrastruktur yang semrawut, kawasan ini dinilai sangat rentan dan tidak sehat bagi masyarakat.

    “Malahan kawasan kumuh banyak ditemukan di pusat kota,” tuturnya.

    Jika tidak segera ditangani, lanjut Maswedi, persoalan ini dikhawatirkan akan memperbesar kesenjangan sosial dan kualitas hidup antarwarga. Oleh karena itu, pihak legislatif mendorong agar revitalisasi permukiman kumuh masuk dalam agenda pembangunan utama pemerintah daerah.

    “Kolaborasi antarlembaga antara Disperkim dan PUPR dinilai sangat penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih layak dan tertata,” tutupnya. (Eby/Adv)

    Dprd Kota Samarinda Halonusantara.id Kota Samarinda
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 2025

    SPPG Polri di Samarinda Mulai Berjalan untuk Sukseskan Program MBG

    Oktober 23, 2025

    Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (HMTP UNMUL) Telah Menggelar Penutupan Kegiatan MINING STUDENT WEEK (MSW) 7.0

    Oktober 12, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,899 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,490 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.