Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian serius pada pengembangan potensi rumput laut. Pasalnya, sektor ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat pesisir.
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Safruddin, mengatakan produksi rumput laut di Daerah Pemilihan(Dapil) III, khususnya Kecamatan Muara Badak di kawasan Salok Sumbala, sudah berjalan cukup lama. Namun ia menilai optimalisasi pengolahan hasil panen masih perlu ditingkatkan.
“Di Salok Sumbala itu sudah berjalan beberapa tahun. Bahkan di Muara Badak Ulu sudah ada pabrik rumput laut, tinggal dioperasikan,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, jika pabrik pengolahan rumput laut beroperasi maksimal, maka nilai tambah ekonomi yang dirasakan masyarakat akan semakin besar. Selain itu, rantai distribusi produksi pun akan lebih efisien karena tidak perlu lagi dijual keluar dalam bentuk bahan mentah.
“Kalau pabriknya jalan, masyarakat juga akan terbantu karena harga jual rumput laut bisa lebih tinggi,” ujarnya.
Safruddin juga mengungkapkan, potensi rumput laut di Muara Badak cukup menjanjikan. Bahkan, sejumlah pemuda di kecamatan tersebut telah mulai mengembangkan usaha budidaya rumput laut secara mandiri di lahan-lahan pesisir.
“Pemuda Muara Badak juga ada yang mengusahakan rumput laut. Ini peluang ekonomi yang harus terus kita dorong,” katanya.
Ke depan, Legislator PDI-P ini akan mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi pelatihan dan pendampingan budidaya rumput laut kepada masyarakat, khususnya kelompok pemuda. Ia menilai sektor ini dapat menjadi salah satu tumpuan ekonomi Kukar selain minyak dan gas bumi.
“Kita harus siapkan sumber daya manusianya juga agar budidaya rumput laut ini bisa maju dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat pesisir,” tutupnya. (Hf/Adv)

