Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Program Gratispoll Kini Sasar SLB, Pemprov Kaltim Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif
    Advertorial

    Program Gratispoll Kini Sasar SLB, Pemprov Kaltim Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuli 10, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin. (Na)

    Halonusantara.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperluas jangkauan program pendidikan gratis Gratispoll dengan memasukkan Sekolah Luar Biasa (SLB) ke dalam skema bantuan.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemprov dalam menjamin pemerataan pendidikan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

    Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menyatakan bahwa SLB berada dalam rumpun kewenangan yang sama dengan SMA dan SMK, sehingga berhak mendapat layanan pendidikan gratis.

    “Pendidikan gratis ini bagian dari visi pimpinan daerah. Selama masih dalam kewenangan kami, tentu semua akan difasilitasi, termasuk SLB,” kata Armin saat ditemui pada Kamis (10/7/2025).

    Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 11 SLB yang dikelola oleh Pemprov Kaltim dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Semua sekolah tersebut telah masuk ke dalam program Gratispoll dengan mekanisme pendaftaran yang serupa dengan sekolah reguler.

    Siswa dari SLB tingkat menengah pertama juga diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang SLB lanjutan tanpa dikenakan biaya pendidikan.

    Armin menambahkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terbatas pada pembiayaan. Kualitas pembelajaran di SLB juga menjadi fokus, terutama dalam hal peningkatan kompetensi guru.

    Ia mengatakan bahwa Pemprov telah mengirim sejumlah guru untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) guna memperkuat pemahaman terkait metode pengajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

    Menurut Armin, tantangan terbesar saat ini adalah masih banyak guru SLB yang belum memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap efektivitas proses belajar-mengajar di SLB.

    “Kondisi ini memang harus kami benahi secara bertahap. Perlu adanya penyelarasan kompetensi agar pembelajaran di SLB bisa lebih efektif,” tuturnya.

    Dengan masuknya SLB ke dalam skema Gratispoll, Pemprov Kaltim berharap tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermutu. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

    DISKOMINFO KALTIM Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,906 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.