Halonusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, turut menyoroti maraknya kasus asusila terhadap anak-anak di lembaga pendidikan.
Menurutnya, perlu secepatnya diterapkan sistem keamanan dan perlindungan pada anak di lingkungan pendidikan khususnya pesantren, mengingat maraknya kasus yang terjadi dalam setahun terakhir membuktikan lemahnya pengawasan, sehingga kondisi tersebut harus segera ditangani.
Agusriansyah menilai kasus tersebut sebagai bukti lemahnya sistem perlindungan anak. Ia menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga keamanan santri tidak boleh diabaikan.
“Jika kita bicara generasi emas, maka yang harus disiapkan bukan hanya kurikulum atau kualitas pengajar. Lingkungannya juga wajib aman. Tanpa itu, semua konsep pembangunan SDM akan rapuh,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa standar rekrutmen pengajar, sistem pengawasan, serta keterbukaan pelaporan kasus kekerasan harus di evaluasi total. Agusriansyah mengungkapkan bahwa mekanisme penanganan yang berjalan saat ini masih berada di tangan pengelola dan beluk memiliki pedoman yang baku.
Agusriansyah menyebut lembaga pendidikan berbasis keagamaan dan yang berada di bawah Kemenag wajib memiliki standar keamanan yang jelas, terutama dalam memantau interaksi pembina dan santri.
“Tanpa standar yang kuat, potensi celah penyalahgunaan kekuasaan tetap terbuka,” ucapnya.
Urgensi persoalan ini terlihat dari data JPPI yang menunjukkan adanya 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan pada 2024, 114 di antaranya terjadi di pesantren. Sedangkan di Kaltim, DKP3A mencatat 662 kasus hingga pertengahan 2025, dengan mayoritas korban 63 persen adalah anak-anak.
Agusriansyah menegaskan perlunya kebijakan kuat untuk menjamin rasa aman bagi anak, mulai dari regulasi yang jelas, pengawasan ketat, hingga pendampingan psikososial berkelanjutan
“Ini persoalan masa depan. Kita harus memastikan pesantren tetap menjadi ruang aman untuk belajar dan tumbuh, bukan tempat yang menyisakan trauma,” pungkasnya. (Ngl/Adv/DPRDKaltim)

