Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Penantian panjang warga Dusun Surya Bhakti, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, akhirnya menemui titik terang.
Setelah melalui empat kali Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada Kamis (26/6/2025). Relokasi bagi 29 rumah yang terdampak banjir dan limbah disepakati bersama antara perwakilan warga dan perusahaan terkait.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, menyebutkan bahwa proses ini menjadi perhatian serius lembaganya sejak awal. Bagi DPRD, isu ini bukan sekadar soal kompensasi, tetapi menyangkut kepastian hidup layak yang harus diperjuangkan bersama.
Warga sebelumnya menolak tawaran kompensasi uang tunai yang diajukan perusahaan. Mereka menilai, solusi jangka pendek itu tidak menjawab ancaman banjir dan dampak limbah yang sudah berulang kali terjadi. Relokasi menjadi tuntutan utama.
Ahmad Yani menegaskan bahwa DPRD tidak ingin persoalan berlarut hanya karena saling menyalahkan. Ia menyarankan semua pihak fokus mencari jalan keluar yang adil, bukan memperdebatkan asal mula masalah.
Ketegangan sempat muncul saat perusahaan menyebut banjir sebagai bencana alam, namun pendekatan dialog terbuka membuat semua pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Relokasi disetujui, dan perusahaan juga akan memberikan kompensasi sesuai kesepakatan.
Kesepakatan itu, menurut Ahmad Yani, bukan akhir dari masalah, tetapi awal proses yang harus terus dikawal. DPRD Kukar memastikan akan mengawasi proses relokasi hingga rumah baru benar-benar bisa ditempati dengan aman dan layak.
“Rincian teknis seperti lokasi relokasi dan bentuk rumah masih dalam tahap pembahasan tapi bagi kami komitmen untuk tidak meninggalkan warga dalam ketidakpastian sudah menjadi prinsip utama dalam pengawalan kasus ini,” terangnya.
Ahmad Yani juga mengapresiasi kesabaran warga yang tetap memilih jalur musyawarah dalam menyuarakan hak mereka. Ia berharap, setelah ini tidak ada lagi perusahaan yang abai terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Ini bukan sekadar tentang ganti rugi. Ini soal memastikan masyarakat bisa tinggal di lingkungan yang sehat dan aman. DPRD akan kawal agar kesepakatan benar-benar dijalankan,” pungkasnya. (Hf/Adv)

