Halonusantara.id, Samarinda – Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri menyampaikan bahwa selama proses Pelantikan Walikota tongkat kepemimpinan akan dilaksanakan oleh Wakil Walikota selama Walikota tidak ada di Samarinda.
Anggota Dewan tersebut menegaskan komunikasi dan kolaborasi dengan Wakil Walikota Samarinda akan dimaksimalkan selama 7 hari kedepan, hal ini disampaikan pada sesi wawancara di depan Ruang Rapat Lt.1 Gedung DPRD Kota Samarinda. (Kamis,20/02/2025)
“kita akan menjalin komunikasi yang baik tentunya 1 tujuan, membangun kota samarinda dan mensejahterakan rakyat kota samarinda, itu yang menjadi fokus, juga menyamakan visi dan misi” ucapnya.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025, disebutkan bahwa presiden akan melantik gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota secara serentak di ibu kota negara.
Mengutip RRI, seusai dilantik para kepala daerah dijadwalkan mengikuti retret di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang. Retret ini berlangsung selama 8 hari mulai tanggal 21 sampai 28 Februari 2025.
Pelaksanaan retret ini dilakukan untuk menyelaraskan visi-misi pemerintah daerah dengan program pemerintah pusat. Selain itu, kepala daerah akan diberikan pemahaman tugas dan wawasan ketahanan nasional dalam retret ini.
Lebih lanjut, Samri menyampaikan keinginannya untuk dapat menyelaraskan visi misi dan tujuan dengan Pemerintah Kota (PEMKOT) Samarinda agar dapat memberikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda, sudah menjadi tugas Pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.
Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Samri mengharapkan apresiasi dari masyarakat Kota Samarinda atas kinerja Pemerintah Kota (PEMKOT).
“yang baik adalah pemerintah menjadi fasilitator agar mendapatkan apresiasi dari masyarakat sehingga tidak ada pertanyaan untuk apa ini untuk apa itu” tutupnya. (SL/Adv/DPRDKotaSamarinda)

