Halonusantara.id, Samarinda — Kepala UPTD Tekkom dan Infodik Disdikbud Kaltim, M. Awaludin, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) tak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik sekolah.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan adaptasi digital adalah solusi utama untuk menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Kalau ingin bicara soal keadilan pendidikan, kita harus mulai dari kompetensi guru. Guru di daerah harus punya kemampuan yang sama dengan mereka yang di perkotaan,” ujar Awaludin, Kamis (19/6/25).
Ia menjelaskan bahwa tahun ini Pemprov Kaltim memfokuskan kebijakan pendidikan pada pembinaan tenaga pendidik dan pengembangan sistem pembelajaran digital.
Salah satu terobosan yang diusung adalah optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), di mana guru dari kota besar diarahkan untuk mengisi kekosongan pengajaran di sekolah-sekolah terpencil melalui platform daring seperti Zoom.
Meski strategi ini dinilai efektif, kendala utama yang masih dihadapi adalah infrastruktur pendukung. Banyak sekolah belum memiliki akses listrik atau internet yang memadai. Untuk itu, pemasangan teknologi komunikasi berbasis satelit seperti Starlink mulai dikaji sebagai solusi jangka menengah.
“Teknologinya sudah ada, tapi realitasnya di lapangan masih banyak sekolah yang belum dialiri listrik. Maka koordinasi lintas instansi jadi krusial agar solusi digital bisa berjalan,” terang Awaludin.
Disdikbud mencatat bahwa hingga pertengahan 2025, jaringan internet baru menjangkau sekitar 280 sekolah di wilayah Kaltim.
Proses pemetaan kondisi sekolah terus diperbarui, agar distribusi bantuan serta pengembangan teknologi pendidikan bisa dilakukan sesuai kebutuhan aktual di masing-masing wilayah.
Tidak hanya fokus pada sistem belajar, upaya peningkatan kesejahteraan siswa juga dilakukan melalui kolaborasi dengan dinas lain, termasuk dalam penyediaan nutrisi dan bantuan sosial.
“Kami tidak bisa memakai satu pola pendekatan untuk semua daerah. Kebutuhan setiap wilayah berbeda. Maka kami harus fleksibel dan responsif terhadap karakteristik lokal,” tegasnya.
Melalui pendekatan berbasis data, pelatihan tenaga pendidik, serta dukungan teknologi, Pemprov Kaltim bertekad memastikan bahwa anak-anak di wilayah paling terpencil sekalipun dapat mengakses pendidikan yang setara.
“Strategi ini diharapkan mampu membawa transformasi nyata dalam dunia pendidikan di Kaltim, menjembatani kesenjangan wilayah dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang layak,” tandasnya. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

