Halonusantara.id, Samarinda — Memaknai Iduladha lebih dari sekadar ritual tahunan, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji* kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui aksi nyata.
Pada Sabtu (7/6/2025), Seno menyerahkan lima ekor sapi sebagai hewan kurban untuk masyarakat di Samarinda. Penyerahan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Kadrie Oening, di mana sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat turut hadir.
Apa yang dilakukan Seno Aji bukan hanya seremoni simbolik, melainkan bagian dari upaya membangun relasi yang lebih kuat antara pemimpin dan warga.
Dalam keterangannya, Seno menyampaikan bahwa momentum Iduladha adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan pengabdian.
“Kurban bukan hanya soal daging, ini tentang bagaimana kita hadir di tengah masyarakat. Politik harus dibangun dengan tindakan, bukan hanya narasi,” ujar Seno.
Lima ekor sapi yang diserahkan merupakan hasil kontribusi bersama dari sejumlah pihak, mulai dari unsur legislatif hingga para pengurus di berbagai lini struktural yang berkolaborasi untuk kegiatan ini. Bahkan, Seno menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi turut menyumbangkan salah satu hewan kurban.
Yang menarik, distribusi daging kurban dilakukan secara terbuka tanpa diskriminasi. Bagi Seno, nilai sosial yang melekat dalam perayaan Iduladha adalah inklusivitas memberi manfaat bagi semua kalangan yang membutuhkan, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang lainnya.
“Fakir miskin tidak punya identitas sektoral. Siapa pun yang membutuhkan, itulah yang harus diprioritaskan. Ini esensi dari pengabdian yang sebenarnya,” tegasnya.
Meskipun menjabat sebagai Wakil Gubernur, Seno tampak terlibat secara langsung dalam proses penyerahan dan koordinasi teknis kegiatan.
Ia menilai bahwa seorang pemimpin tidak boleh terpisah dari realitas sosial di lapangan. Ia juga menggarisbawahi bahwa kerja-kerja sosial seperti ini penting untuk terus dipelihara agar kepercayaan publik terhadap institusi politik tetap terjaga.
“Kami ingin menghadirkan wajah kepemimpinan yang dekat, bukan elitis. Apalagi di era sekarang, masyarakat sudah sangat cerdas dalam menilai mana yang benar-benar hadir, dan mana yang hanya muncul saat momentum tertentu,” ucapnya.
Kegiatan penyerahan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari tradisi yang rutin dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Namun pada 2025 ini, jumlah hewan yang disumbangkan menjadi yang terbesar sejauh ini.
Seno juga menyampaikan harapannya agar kegiatan sosial seperti ini bisa terus berkembang ke wilayah-wilayah lain di Kalimantan Timur. Ia berharap tidak hanya jumlah hewan kurban yang meningkat, tetapi juga semakin luas jangkauan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan serupa.
“Kita ingin tahun depan lebih banyak kader, simpatisan, bahkan masyarakat umum ikut terlibat. Karena pengabdian bukan tanggung jawab satu pihak, tapi tugas bersama,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang merangkul dan berbasis aksi nyata, Seno Aji kembali memperlihatkan bahwa kepemimpinan yang kuat bukan diukur dari jabatan, melainkan dari sejauh mana seorang pemimpin mampu memberi dampak langsung kepada masyarakat. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

