Halonusantara.id, Samarinda — Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan komunikasi publik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menilai media massa memiliki peran strategis yang tak tergantikan.
Bukan sekadar penyampai berita, media kini dipandang sebagai elemen penting dalam memperkuat demokrasi sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan pandangannya mengenai posisi media dalam ekosistem pemerintahan dan pembangunan sosial.
Menurutnya, media memiliki fungsi yang sangat vital, bukan hanya dalam menyebarluaskan informasi kebijakan, tetapi juga dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap realitas sosial.
“Media bukan sekadar peliput atau pengabdi headline. Ia punya peran mendidik, menyadarkan, dan memperkuat partisipasi publik,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (26/7/2025).
Lebih jauh, ia menekankan bahwa media berkontribusi menjaga ruang publik tetap sehat, dinamis, dan kritis. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, media menjadi instrumen penting dalam mendorong transparansi pemerintahan serta pengawasan sosial yang konstruktif.
Ia juga menyoroti pentingnya media dalam merawat nilai-nilai kultural dan kearifan lokal. Menurutnya, banyak hal positif dari masyarakat daerah yang tidak tercatat dalam sejarah besar, namun bisa diangkat media sebagai narasi inspiratif dan edukatif.
“Media punya kekuatan membentuk kesadaran kolektif. Termasuk menggali nilai-nilai lokal yang bisa memperkuat identitas kita sebagai daerah yang kaya budaya,” ucapnya.
Namun, Sri Wahyuni tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi dunia pers saat ini. Di era pasca-kebenaran (post-truth), keberadaan media harus ditopang oleh integritas tinggi dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Validitas informasi, kata dia, menjadi faktor penentu kepercayaan publik.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan media harus terus diperkuat dalam bingkai profesionalisme.
Hubungan yang sehat antara dua elemen ini, kata Sri Wahyuni, akan melahirkan tata kelola komunikasi yang terbuka, informatif, dan tidak mudah terdistorsi oleh hoaks atau polarisasi opini.
“Media yang sehat menciptakan masyarakat yang cerdas. Pemerintah sangat membutuhkan ekosistem informasi yang kuat untuk mendorong partisipasi masyarakat secara aktif dan kritis,” jelas Sri Wahyuni.
Dengan sinergi yang kuat, Pemprov Kaltim berharap media dapat terus memainkan peran sentralnya dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, transparan, dan berbasis partisipasi. (Na/Adv/DiskominfoKaltim)

