Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»Subandi sebut Rencana Pergantian Seragam Sekolah Akan Beratkan Masyarakat Yang Kurang Mampu
    Advertorial

    Subandi sebut Rencana Pergantian Seragam Sekolah Akan Beratkan Masyarakat Yang Kurang Mampu

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraApril 22, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Subandi.(ist)

    Halonusantara.id, Samarinda – Rencana Pergantian Seragam Sekolah yang dicanangkan akan diaktualisasikan untuk merubah seragam sekolah mulai dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ajaran 2024/2025.

    Rencana tersebut menuai banya sorotan lantaran hal tersebut direncanakan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

    Namun dalam hal ini, perubahan tersebut disinyalir akan memberi beban terhadap masyarakat, pasalnya masyarakat harus membeli kebutuhan sekolah yang dalam hal ini adalah seragam yang dimaksud. Jangankan untuk memenuhi kebutuhan seragam baru. Untuk memenuhi kebutuhan seragam sekolah yang ada saat ini saja masyarakat sudah merasa berat.

    Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Samarinda, Subandi menilai bahwa perubahan seragam sekolah justru memberatkan masyarakat kurang mampu. Terutama untuk anak-anak di pelosok yang ekonomi menengah kebawah.

    “Ini akan memberatkan karena pakaian adat itu justru lebih mahal kan. Bagaimana dengan anak-anak kita di pelosok yang ekonominya menengah kebawah, tentunya tidak terjangkau,” tegasnya.

    Namun, perubahan itu akan mempersulit siswa karena di dalam satu kelas berbeda-beda. Dengan rencana ada unsur adat yang akan memberatkan siswa.

    “Nah makin ribet lagi nanti, di satu kelas beda-beda. Niatnya baik, tapi kalau untuk pakaian adat kemudian diserahkan kepada anak-anak saya rasa justru tidak seragam,” ujarnya.

    Menurutnya, terlalu sering gonta-ganti seragam bukan keputusan yang tepat. Ia lebih menyarankan untuk penyempurnaan seragam. Sebab, jangan sampai niat baik ini malah memberatkan masyarakat. Terutama, di tengah perekonomian yang sedang sulit.

    “Sebenarnya cukup memakai seragam yang sudah ada. Namun, kalau mau disempurnakan silahkan. Tapi, kalau harus diganti perlu adanya peninjauan ulang,” pungkasnya.(HN/Adv/ics)

    Dprd Kota Samarinda Halonusantara.id Kalimantan Timur
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026

    Budianto Bulang Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Perda Sampai ke Desa Terpencil

    Desember 17, 2025

    DPRD Kaltim Bentuk Pansus CSR, Dorong Perusahaan Beri Manfaat untuk Masyarakat

    Desember 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,900 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,491 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,133 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,018 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.