Halonusantara.id, Samarinda – Sebuah tongkang bermuatan batubara kembali menabrak Jembatan Mahakam I pada Sabtu malam, 26 April 2025, menambah daftar panjang kecelakaan serupa yang telah terjadi di jantung Kota Samarinda. Kejadian ini memunculkan keprihatinan serius atas lemahnya sistem pengawasan jalur transportasi sungai.
Peristiwa bermula ketika tongkang yang sedang dalam perjalanan menuju area tambat di sekitar Big Mall Samarinda mengalami putus tali penarik akibat arus deras. Tak terkendali, tongkang tersebut menghantam bagian pilar keempat jembatan dan merusak struktur pelindung fender yang berfungsi sebagai tameng benturan.
Rekaman CCTV yang beredar luas menunjukkan detik-detik benturan, menimbulkan keresahan masyarakat terhadap keselamatan transportasi sungai di wilayah tersebut.
Salah satu sorotan datang dari DPRD Kalimantan Timur, yang menilai lemahnya penegakan aturan menjadi penyebab utama berulangnya insiden serupa. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyatakan bahwa aturan yang telah ditetapkan selama puluhan tahun seharusnya mampu mencegah kejadian ini jika ditegakkan secara konsisten.
“Perda sudah jelas, jarak aman tambat kapal 5.000 meter dari jembatan. Kalau ini terus dilanggar, bukan soal kecelakaan lagi, tapi kelalaian,” jelasnya.
Ia menambahkan, diperlukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan kerja sama lintas instansi agar risiko korban jiwa dapat dihindari.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda menyatakan telah memeriksa empat awak kapal dan melakukan investigasi teknis di lokasi. Namun, menurut DPRD, langkah ini tak cukup jika tak dibarengi perbaikan struktural dan penegakan hukum yang kuat.
Dalam catatan DPRD, Jembatan Mahakam I telah 23 kali tertabrak kapal sejak pertama kali digunakan. Sarkowi menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama regulator.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama pemangku kebijakan yang selama ini dinilai lalai dalam menegakkan aturan,” ujarnya.
Sarkowi berharap, insiden terbaru ini dapat menjadi titik balik untuk mengevaluasi regulasi serta memperkuat mekanisme pengawasan dan penindakan. Tanpa tindakan nyata, Jembatan Mahakam I terancam terus menjadi lokasi rawan kecelakaan di Samarinda. (Eby/Adv)

