Halonusantara.id, Kutai Kartanegara – Ajang Kota Bangun Fest Vol 2 (Koba Fest 2) yang berlangsung selama tiga hari pada 23–25 Juni 2025 di eks lapangan pesawat Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kukar, Taufik Ridiannur.
Menurutnya, event tahunan seperti ini bukan hanya menjadi ruang ekspresi budaya dan kreativitas, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah hulu.
“Kami dari DPRD sangat mendukung kegiatan seperti ini. Koba Fest 2 telah sukses terselenggara dan memberi banyak manfaat, baik dari sisi seni, budaya, maupun ekonomi lokal,” ujar Taufik.
Taufik menilai keberadaan event semacam ini sejalan dengan komitmen Dinas Pariwisata Kukar untuk menggelar kegiatan seni dan budaya di 20 kecamatan, terutama di 7 kecamatan wilayah hulu. Ia menyebut Koba Fest menjadi contoh konkret bagaimana potensi lokal bisa ditampilkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Masih ada enam kecamatan lagi di hulu yang belum menggelar event serupa. Kami sangat mendorong agar kegiatan seperti ini juga hadir di sana, karena manfaatnya luar biasa,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak positif terhadap ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang terlibat. Salah satu contohnya, menurut Taufik, adalah pengakuan dari Kepala Desa Kota Bangun Ulu yang menyebut pedagang pentol bisa meraih omzet hingga Rp 400 ribu dalam satu malam selama event berlangsung.
“Itu baru satu pedagang. Belum lagi yang lain yang jualan dengan tenda besar. Artinya, event seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Selain dari sisi ekonomi, Taufik menekankan pentingnya ruang kreasi bagi generasi muda di daerah. Ia menyebut event semacam ini mampu menjadi panggung bagi talenta-talenta lokal, baik yang berbasis tradisional maupun modern, untuk tampil dan dikenal publik.
“Banyak potensi dan bakat muda yang selama ini mungkin belum pernah muncul, bisa kita lihat di panggung event seperti ini. Ini hal positif yang perlu terus didorong,” tambahnya.
Taufik berharap Pemerintah Kabupaten Kukar bersama dinas terkait terus mengembangkan agenda serupa di seluruh kecamatan. Menurutnya, ini adalah bagian penting dari pemerataan pembangunan, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun pariwisata.
“Kami akan terus mendukung program-program yang berdampak langsung ke masyarakat. Event seperti ini harus jadi agenda tahunan di semua wilayah,” pungkasnya. (Hf/Adv)

