Halonusantara.id, Samarinda – Masyarakat Samarinda tampaknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menggunakan terowongan pertama di Kota Tepian. Pembangunan fisik fasilitas tersebut disebut telah mendekati penyelesaian, sementara pemerintah kini berfokus merampungkan dokumen perizinan dan persyaratan teknis sebelum dibuka untuk publik.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan tahapan pekerjaan konstruksi sudah berada di penghujung proyek. Namun, penyelesaian administrasi tetap menjadi bagian penting yang harus dituntaskan sebelum terowongan dapat dioperasikan.
“Untuk pembangunan fisiknya hampir seluruhnya selesai. Saat ini yang dikejar adalah penyelesaian perizinan agar nantinya terowongan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Romadhony, operasional terowongan nantinya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran arus kendaraan di Samarinda. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan mengurangi tekanan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Karena itu, ia meminta seluruh persyaratan sebelum pengoperasian dipastikan terpenuhi. Jangan sampai fasilitas yang telah selesai secara fisik justru belum dapat digunakan karena masih terdapat dokumen atau aspek teknis yang belum lengkap.
“Harapan kami, terowongan ini tidak hanya menjadi ikon pembangunan, tetapi benar-benar membantu kelancaran transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Komisi III DPRD Samarinda terus melakukan pemantauan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dari hasil komunikasi tersebut, proses pemenuhan administrasi dan ketentuan teknis masih berjalan.
Romadhony menilai aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama sebelum terowongan dibuka. Seluruh fasilitas pendukung perlu dipastikan berfungsi dengan baik agar masyarakat dapat menggunakan infrastruktur tersebut secara aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan PUPR untuk memonitor perkembangan. Informasi terakhir, proses perizinan masih berlangsung dan sedang dilengkapi sesuai prosedur,” jelasnya.
Ia berharap penyelesaian administrasi tidak mengalami hambatan sehingga target pemanfaatan terowongan dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, masyarakat sudah menantikan manfaat dari infrastruktur tersebut setelah proses pembangunan berlangsung cukup panjang.
Jika seluruh persyaratan dapat diselesaikan sesuai rencana, Romadhony memperkirakan terowongan tersebut dapat mulai difungsikan dalam satu hingga dua bulan mendatang.
“Mudah-mudahan semua prosesnya berjalan lancar. Kalau tidak ada kendala, kami berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan masyarakat sudah bisa melintas dan merasakan langsung manfaat terowongan ini,” tutupnya. (Eby/Adv)

