Close Menu
Halo NusantaraHalo Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Button
    • Politik
    • Hukum
    • Niaga
    • Ragam
    • Advertorial
    • Metropolis
    • Opini
    Halo NusantaraHalo Nusantara
    Home»Advertorial»UHC Merosot di Samarinda dan Balikpapan, Darlis Pattalongi Angkat Suara
    Advertorial

    UHC Merosot di Samarinda dan Balikpapan, Darlis Pattalongi Angkat Suara

    Halo NusantaraBy Halo NusantaraJuni 17, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi dalam rapat Forum Komunikasi Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan. (Humas Dprd Kaltim)

    Halonusantara.id, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur menyoroti menurunnya cakupan Universal Health Coverage (UHC) di sejumlah daerah yang dinilai berpotensi memperburuk akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Fenomena ini mencuat dalam rapat Forum Komunikasi antara DPRD Kaltim dan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan pada Selasa (17/6/2025).

    Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menyampaikan kekhawatirannya terhadap penurunan UHC di daerah-daerah strategis seperti Samarinda, Balikpapan, dan Berau. Ia menilai kondisi ini bukan hanya berdampak pada kualitas layanan kesehatan, tapi juga akan menjadi beban keuangan tambahan bagi daerah.

    “Kalau General Purpose Net (GPN) dari pusat benar-benar dipotong, otomatis beban pembiayaan layanan kesehatan bisa melonjak dan menyulitkan daerah dalam mengalokasikan anggaran,” tegas Darlis.

    Darlis juga menegaskan bahwa DPRD Kaltim tetap berkomitmen mendorong kebijakan kesehatan yang berpihak kepada rakyat. Oleh sebab itu, ia meminta agar BPJS Kesehatan membuka ruang penyesuaian dalam penerapan kebijakannya berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

    Ia menyebut berbagai keluhan masyarakat masih banyak bermunculan, mulai dari keterbatasan ketersediaan obat, layanan rawat inap, hingga keterbatasan tenaga medis dan layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama di luar jam operasional.

    “Banyak pasien yang terpaksa ke IGD karena puskesmas atau klinik tutup di malam hari. BPJS perlu mempertimbangkan fleksibilitas layanan, supaya masyarakat tidak kebingungan saat butuh layanan mendesak di luar jam reguler,” lanjutnya.

    Untuk itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama agar dapat menjawab tantangan pelayanan yang dihadapi masyarakat.

    Pemerintah daerah bersama DPRD pun didorong untuk menjalin komunikasi intensif dengan BPJS dan pusat, demi mengembalikan dan memperluas cakupan UHC secara merata di Kalimantan Timur. (Eby/Adv)

    DPRD Kaltim Halonusantara.id
    Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Halo Nusantara

    Berita Terkini

    Kunjungi Outlet Susu Kambing Etawa, Putri berharap Kadin Kaltim jadi pelopor usaha sektor Peternakan

    Maret 30, 2026

    Street Run Ramadhan 2026 Hidupkan Malam Anggana, KNPI Kecamatan Anggana Gerakkan Semangat Ratusan Pemuda

    Maret 9, 2026

    Sekum DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

    Januari 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Seputar Kaltim

    JKT48, Raisa, dan NDX AKA Akan Panaskan Gema Fest Samarinda

    Mei 9, 20251,907 Views

    Gema Fest 2025 Sukses Guncang Samarinda, Ribuan Penonton Terpukau

    Mei 11, 20251,495 Views

    Gubernur Kaltim dan Jabar Perkuat Kerja Sama, Redakan Polemik Media Sosial

    Mei 4, 20251,134 Views

    Empat Pegawai Bank Mandiri Samarinda Disomasi, Buntut Dugaan Penipuan yang Rugikan Ratusan Juta Rupiah

    Oktober 23, 20251,021 Views
    Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Sitemap
    Copyright © 2021, PT. Abdi Nusa Multimedia 

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.