Halonusantara.id, Kutai Kartanegara — Potensi sektor pertanian di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, dan Sanga Sanga, dinilai sangat strategis untuk mendukung kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Wandi, yang menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kemajuan pertanian lokal sebagai fondasi ketahanan pangan masa depan.
Menurut Wandi, posisi geografis Kukar yang berbatasan langsung dengan kawasan IKN menjadi keuntungan tersendiri yang harus dimanfaatkan secara optimal. Terutama dengan mendorong sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama pemenuhan kebutuhan pangan nasional.
“Kukar merupakan daerah yang sangat strategis untuk menyuplai kebutuhan pangan IKN. Wilayah pesisir seperti Samboja, Muara Jawa, dan Sanga Sanga punya lahan potensial yang cukup luas,” ujar Wandi.
Ia menyatakan siap mengalokasikan dukungan melalui dana aspirasi DPRD untuk mendorong peningkatan kapasitas pertanian. Termasuk mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar agar lebih serius memberikan bantuan sarana produksi (saprodi) kepada kelompok tani, seperti alat pertanian, bibit unggul, hingga pelatihan.
“Saya sangat siap mendedikasikan diri bagi masyarakat, khususnya petani di Dapil saya. Sektor pertanian ini harus diperkuat karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Wandi juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Ia menilai, bertani masa kini jauh lebih mudah karena sudah menggunakan pendekatan teknologi dan sistem pertanian modern, sehingga tak lagi mengandalkan cara-cara tradisional yang melelahkan.
“Sekarang pertanian itu modern, pakai teknologi. Anak muda harus melihat ini sebagai peluang besar. Bayangkan kalau semua hasil pertanian bisa dipenuhi dari dalam daerah, kita tidak perlu bergantung lagi dari luar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pentingnya keterlibatan sektor swasta melalui investor yang tertarik mengembangkan industri pangan di Kukar. Wandi berencana menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah dan mitra strategis agar hasil-hasil pertanian lokal bisa diolah secara industri, sehingga memberi nilai tambah bagi petani.
“Kami ingin dorong Kukar punya industri pangan sendiri. Hasil tani dari petani lokal bisa diolah dan dipasarkan, bukan hanya dijual mentah. Ini yang akan kita bangun bersama pemkab dan para investor,” tandasnya. (Hf/Adv)

