Halonusantara.id, Samarinda – Munculnya kembali lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia seperti Singapura dan Tiongkok menjadi perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. Ia mengingatkan agar situasi global ini tidak dianggap remeh, meskipun angka kasus di Indonesia khususnya di Samarinda masih terbilang rendah.
Menurut Novan, pengalaman panjang dalam menghadapi pandemi beberapa tahun terakhir harus dijadikan pelajaran bersama. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid), yang memiliki risiko lebih tinggi bila terinfeksi.
“Tren kenaikan kasus di luar negeri adalah alarm peringatan dini bagi kita. Jangan sampai kita terlena karena kasus lokal masih sedikit. Justru inilah saat yang tepat untuk mulai mengaktifkan kembali protokol kesehatan secara bertahap,” ujarnya
Pernyataan Novan disampaikan menyusul laporan terbaru tentang adanya dua kasus aktif Covid-19 yang terdeteksi di Kota Samarinda. Kedua pasien tersebut diketahui memiliki komorbid, dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Meski varian virus yang beredar saat ini cenderung memiliki gejala lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya, Novan menekankan bahwa risiko tetap ada, terutama jika masyarakat mengabaikan tindakan pencegahan.
“Virus ini tidak mengenal lengah. Kita tidak ingin sejarah kelam terulang hanya karena enggan menerapkan kebiasaan sederhana seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Novan juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Samarinda agar tidak bersikap pasif. Ia menyarankan agar pemerintah segera menerbitkan surat edaran resmi sebagai bentuk sosialisasi dan upaya pencegahan dini. Ia mengingatkan, tindakan antisipatif jauh lebih murah dan efektif ketimbang respons reaktif saat kasus sudah melonjak.
“Pemerintah daerah sebaiknya segera menyampaikan imbauan resmi, khususnya kepada warga di lingkungan padat penduduk, sekolah, tempat ibadah, dan area publik lainnya. Edukasi itu penting agar masyarakat kembali memiliki kesadaran kolektif,” ujarnya tegas.
Novan berharap, langkah-langkah preventif dapat segera diterapkan meski dalam skala ringan, seperti pembatasan sosial di area publik dan penyediaan fasilitas cuci tangan di ruang-ruang terbuka.
“Lebih baik waspada sejak dini, daripada menyesal belakangan. Covid-19 memang melandai, tapi belum sepenuhnya pergi,” tutupnya. (EP/Adv)

